UNGARAN — Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Watini di Dusun Gombyong RT 25/RW 05, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mulai menunjukkan perubahan signifikan. Memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0714/Salatiga melakukan pengecatan pada Minggu (9/8/2026).
Pengecatan bukan sekadar mempercantik tampilan. Tahap ini menjadi simbol bahwa hunian yang selama ini tidak layak huni itu segera rampung dan bisa ditempati kembali oleh Ibu Watini dan keluarganya.
Sebelumnya, berbagai pekerjaan konstruksi telah diselesaikan lebih dulu oleh Satgas TMMD bersama warga setempat. Kini, dengan sentuhan cat, rumah tersebut tampil lebih rapi dan bersih.
Anggota Satgas TMMD yang juga menjabat sebagai Danramil setempat menegaskan bahwa kualitas pengerjaan tetap menjadi prioritas utama. Targetnya, rumah yang diserahkan nanti benar-benar layak dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
“Memasuki tahap akhir ini, kami terus berupaya menyelesaikan pembangunan dengan sebaik mungkin. Pengecatan menjadi salah satu sentuhan akhir agar rumah terlihat lebih bersih, rapi, indah, sekaligus memberikan kenyamanan bagi penghuninya,” ujarnya.
Proses pembangunan RTLH ini tidak hanya melibatkan personel TNI. Warga Dusun Gombyong turun tangan membantu berbagai pekerjaan, mulai dari struktur bangunan hingga finishing.
Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat dinilai membawa dampak lebih dari sekadar pembangunan fisik. Program ini mempererat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja bersama.
Bagi warga Dusun Gombyong, program ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan diharapkan terus terpelihara.
Dengan dimulainya pengecatan, pengerjaan RTLH milik Ibu Watini kini mendekati garis akhir. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni ini akan segera menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi keluarganya.
Setelah seluruh tahapan selesai, rumah tersebut akan diserahkan secara resmi kepada Ibu Watini. Percepatan pembangunan ini sekaligus menjawab kebutuhan mendesak warga akan hunian yang layak.