BENGKULU UTARA — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu mendorong penambahan infrastruktur penunjang ekonomi di Kawasan Transmigrasi Lagita, Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil evaluasi yang dilakukan pada minggu kedua Agustus 2026 menyebutkan kawasan ini membutuhkan pabrik kelapa sawit dan SPBU untuk mengakselerasi pertumbuhan.
Evaluasi tersebut menyasar pengembangan Kawasan Perkotaan Baru (KPB) Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita serta kawasan penyangganya di Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Pinang Raya. Kedua kecamatan ini menjadi bagian dari 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional.
Mengutip laman BPKP, penilaian dilakukan untuk memantau progres pengembangan kawasan, termasuk kebutuhan infrastruktur yang menopang pertumbuhan ekonomi di Lagita. Hasilnya, program transmigrasi yang berjalan sejak dekade 1980-an terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, terutama melalui komoditas karet dan kelapa sawit.
Perkembangan kawasan ini juga ditopang oleh kehadiran berbagai fasilitas publik. Rumah sakit, Gelanggang Olahraga (GOR), Islamic Center, pasar modern, hingga Unit Kerja Keimigrasian telah tersedia di kawasan tersebut.
Meski fasilitas publik relatif lengkap, BPKP menemukan sejumlah kekurangan yang menghambat percepatan pertumbuhan. Pengembangan pusat bisnis dan integrasi dengan kawasan permukiman baru dinilai masih menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan kawasan transmigrasi tersebut.
Selain itu, penambahan infrastruktur seperti SPBU dan pabrik kelapa sawit masih diperlukan. Kebutuhan ini menjadi bahan rekomendasi BPKP Provinsi Bengkulu untuk mendorong percepatan pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita.
Rekomendasi yang disusun BPKP mencakup penguatan infrastruktur ekonomi, peningkatan konektivitas kawasan, serta penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif. Hal ini berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi berbasis komoditas karet dan kelapa sawit yang telah menggerakkan kawasan sejak awal program transmigrasi.
Ketersediaan fasilitas publik yang sudah ada disebut sejalan dengan kebutuhan penambahan infrastruktur ekonomi dan kawasan permukiman. Mbah Jaino, tokoh masyarakat sekaligus peserta transmigrasi sejak awal program, berharap pemerintah memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan permukiman.***