Produksi Emas Tambang Pani Melonjak 757%, Merdeka Gold Resources Kebut Pabrik CIL 12 Mtpa

Penulis: Syahrul Karim  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:52:31 WIB
Produksi emas PT Merdeka Gold Resources Tbk di Tambang Emas Pani mencapai 15.594 ounces pada kuartal II-2026, naik 757 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

BENGKULU — PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tengah mengejar dua jalur pertumbuhan sekaligus di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Di tengah proses ramp-up operasi heap leach yang mulai menunjukkan hasil, perusahaan juga mempercepat pembangunan fasilitas CIL yang akan menjadi tulang punggung produksi jangka panjang.

Data perseroan menunjukkan produksi emas dari fasilitas heap leach mencapai 15.594 ounces pada kuartal II-2026. Angka ini berbanding terbalik dengan capaian kuartal I-2026 yang baru sebesar 1.818 ounces, atau tumbuh sekitar 757 persen secara kuartalan.

Target Kapasitas 62 Juta Ton Bijih dari Fasilitas Heap Leach

Peningkatan produksi tersebut seiring dengan ramp-up operasi yang dimulai sejak produksi perdana pada 14 Februari 2026. EMAS tidak berhenti pada kapasitas yang ada; perusahaan tengah menambah kapasitas pengolahan bijih secara bertahap.

Cell 1 dan Cell 2 pada fasilitas heap leach telah rampung dibangun. Pekerjaan peninggian tanggul akan terus berlanjut hingga akhir 2026 untuk meningkatkan kapasitas kedua sel tersebut. Setelah itu, pengembangan Cell 3 dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027.

Jika seluruh tahapan pengembangan selesai, fasilitas heap leach Tambang Emas Pani ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 62 juta ton bijih. Angka tersebut menjadi fondasi bagi peningkatan volume bijih yang dapat diproses dalam beberapa tahun ke depan.

Fasilitas CIL 12 Mtpa: Kunci Meningkatkan Gold Recovery

Selain menggenjot heap leach, EMAS tengah membangun fasilitas CIL berkapasitas awal 12 Mtpa. Proyek ini merupakan investasi strategis karena dirancang untuk meningkatkan tingkat perolehan emas atau gold recovery dari sekitar 80 persen menjadi lebih dari 90 persen.

Fasilitas CIL juga didesain fleksibel, dengan ruang pengembangan hingga 24 Mtpa. Artinya, kapasitas pengolahan bijih tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan ruang ekspansi bagi Tambang Emas Pani pada tahap berikutnya.

Dari sisi konstruksi, pengembangan fasilitas CIL kini memasuki tahap persiapan lahan. EMAS menargetkan pekerjaan pengecoran beton pertama atau first concrete dilakukan pada awal kuartal IV-2026.

Infrastruktur Pendukung dan Pernyataan Manajemen

Pembangunan fasilitas pengolahan berjalan beriringan dengan penyiapan infrastruktur pendukung. EMAS tengah membangun fasilitas tailings untuk menampung limbah sisa pengolahan bijih serta menyiapkan tambahan pasokan listrik bersama PT PLN untuk mendukung peningkatan kapasitas operasi.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, menegaskan bahwa pengembangan kedua fasilitas ini menjadi pendorong utama kapasitas produksi perseroan.

"EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani," ujar Boyke dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Boyke menambahkan, pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung berjalan sesuai rencana. EMAS menargetkan kombinasi kedua fasilitas tersebut dapat menopang pengembangan Tambang Emas Pani menjadi operasi tambang emas berskala besar dengan umur tambang jangka panjang.

Lonjakan produksi pada kuartal II-2026 menjadi indikator awal bahwa operasi Tambang Emas Pani mulai berjalan. Namun, kapasitas produksi ke depan tidak hanya bergantung pada heap leach; penyelesaian fasilitas CIL menjadi faktor penentu untuk memperbesar kemampuan pengolahan bijih dan meningkatkan perolehan emas secara signifikan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top