Unib Perkuat UMKM Pisang Enggano Jadi Produk Modern, Kemasan dan Legalitas Ikut Dibenahi

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:05:31 WIB
Unib mendampingi UMKM Royal Banana Caramel mengolah pisang Enggano menjadi produk modern dengan pembenahan kemasan dan legalitas usaha.

BENGKULU — Pisang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk buah segar di Pulau Enggano kini diarahkan menjadi produk olahan beridentitas kuat. Universitas Bengkulu (Unib) menggandeng UMKM Royal Banana Caramel untuk mengubah komoditas lokal tersebut menjadi makanan modern dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Ketua Tim Pengabdian Unib untuk Peningkatan Nilai Ekonomi Produk, Selly Ratna Sari M.Si, mengatakan perhatian tidak hanya diberikan pada produk, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut berbicara kepada konsumen.

"Branding dan kemasan menjadi bagian penting karena produk lokal yang memiliki cita rasa baik belum tentu mampu menarik perhatian pasar apabila identitas visual dan penyajiannya belum mendukung," ujarnya di Bengkulu, Selasa (25/8).

Kemasan Jadi Media Komunikasi dengan Konsumen

Salah satu perubahan paling terlihat adalah pembenahan kemasan. Sebelumnya, Royal Banana Caramel menggunakan plastik bening dengan stiker sederhana. Kini kemasan diarahkan menjadi lebih menarik dan informatif.

Perubahan ini membuat kemasan tidak sekadar pembungkus, melainkan bagian dari identitas merek sekaligus media komunikasi dengan konsumen. Produk diharapkan lebih mudah dikenali dan dipercaya di pasar yang lebih luas.

Mengapa Pisang Enggano Perlu Diolah?

Berbagai jenis pisang tumbuh subur di Enggano, namun hasil perkebunan itu belum selalu memberikan nilai ekonomi optimal bagi masyarakat. Buah segar memiliki daya tahan terbatas, terutama ketika akses transportasi laut mengalami gangguan.

Dalam kondisi tersebut, hasil panen yang tidak segera terserap pasar berisiko membusuk dan terbuang. Pengolahan menjadi pilihan tepat untuk memperpanjang pemanfaatan pisang sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Legalitas dan Keamanan Pangan Juga Digarap

Pendampingan Unib tidak berhenti pada soal tampilan. Aspek legalitas, keamanan pangan, dan pengawetan turut menjadi perhatian agar kualitas produk meningkat secara menyeluruh.

Pengembangan UMKM diarahkan tidak cukup hanya dengan kemampuan membuat makanan. Pelaku usaha juga perlu memahami pentingnya keamanan produk, legalitas usaha, identitas merek, kemasan, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar modern.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top