Pencarian

BI Bengkulu Perluas QRIS 0 Persen hingga Rp500.000 untuk UMKM, Transaksi Digital Tembus 60 Juta Lebih

Jumat, 21 Agustus 2026 • 10:37:01 WIB
BI Bengkulu Perluas QRIS 0 Persen hingga Rp500.000 untuk UMKM, Transaksi Digital Tembus 60 Juta Lebih
Petugas menunjukkan demonstrasi transaksi QRIS dalam kegiatan QRISperience Week Bengkulu 2026 di Bencoolen Mall, Bengkulu, 13–14 Agustus 2026.

BENGKULU — Geliat transaksi non-tunai di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan akselerasi signifikan. Bank Indonesia mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di daerah ini mencapai 60,65 juta transaksi sepanjang semester pertama 2026, didukung 309.930 pengguna dan 257.757 merchant aktif.

Kebijakan terbaru BI soal perluasan MDR QRIS 0 persen pun dinilai bakal semakin mengerek angka tersebut. Ketentuan ini mulai berlaku 1 Oktober 2026, di mana seluruh kategori merchant tidak dikenakan biaya untuk transaksi hingga Rp100.000. Khusus pelaku usaha mikro, fasilitas bebas biaya diberikan hingga transaksi Rp500.000.

Meringankan Biaya Pedagang Kecil

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha dalam memperluas transaksi digital. Semakin ringan biaya yang ditanggung pedagang, semakin besar peluang mereka menerima pembayaran nontunai.

Selain QRIS, transaksi melalui Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) di Bengkulu juga tercatat sekitar 13,8 juta transaksi sepanjang 2026. Angka ini mencerminkan penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital yang kian kuat.

Apa Itu KKI Segmen Ritel dan Kapan Berlaku?

BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) turut meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel. Instrumen ini tersedia dalam bentuk digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS, termasuk metode MPM, CPM, dan QRIS TAP dengan teknologi NFC.

Batas maksimal transaksi KKI melalui QRIS ditetapkan sebesar Rp10 juta per transaksi. Sejak 17 Agustus 2026, kartu ini telah diterbitkan oleh delapan penyedia jasa pembayaran, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia.

Digitalisasi Tak Hanya di Perkotaan

Perluasan ekosistem digital di Bengkulu tidak berhenti di kawasan perkotaan. BI gencar mendorong adopsi QRIS hingga ke daerah dan komunitas masyarakat melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta QRIS Banking Race 3.0.

Program menyasar pula Desa Kreatif Digital Linau di Kabupaten Kaur yang terintegrasi dengan Festival Gurita. Di Pulau Enggano, kegiatan Garuda Pesisir dan QRIS Jelajah Enggano disinergikan dengan program SEPAKAT serta SIGAP Go Digital.

Edukasi dan Perlindungan Konsumen Digencarkan

Edukasi transaksi digital diperluas kepada mahasiswa, pelajar, komunitas perempuan, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan tidak hanya seputar penggunaan QRIS, tetapi juga perlindungan konsumen dan upaya mencegah penipuan digital.

Kampanye publik juga diperkuat lewat QRISperience Week Bengkulu 2026 di Bencoolen Mall pada 13–14 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, masyarakat diperkenalkan dengan layanan QRIS Cross-Border yang memungkinkan pembayaran digital digunakan saat transaksi di luar negeri.

Secara nasional, jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang hingga Juni 2026, dengan 6,23 juta pengguna baru pada semester pertama tahun ini. Nilai transaksi QRIS nasional tumbuh 93,92 persen menjadi Rp1,12 kuadriliun.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teropongpublik.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks