Tarif Wisman Bantimurung Rp200 Ribu Masih Tinggi, Wisatawan Pilih ke Rammang-Rammang

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 18:11:01 WIB
Wisatawan mancanegara mengamati area loket kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

BENGKULU — Kawasan wisata alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tetap menjadi salah satu tujuan utama wisata di daerah tersebut. Namun di balik keindahannya, harga tiket masuk untuk wisatawan asing masih menjadi pembahasan, baik di kalangan pelaku wisata maupun pengunjung.

Wisatawan Asing Mengurungkan Niat di Loket

Dito, pengemudi layanan transportasi daring yang kerap mengantar wisatawan asing ke Bantimurung, mengaku sering melihat calon pengunjung memilih pergi setelah mengetahui tarif masuk. Menurutnya, banyak wisatawan asing yang datang secara berkelompok tiga hingga empat orang harus mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk tiket.

Ia mencontohkan, tarif tersebut masih lebih mahal dibandingkan destinasi lain yang biasa ia tuju, seperti Rammang-Rammang. "Tarif masuk untuk wisatawan mancanegara itu agak besar. Dibandingkan dengan destinasi yang biasa kami antar seperti Rammang-Rammang, biayanya lebih kecil," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Tarif Rp200 Ribu Belum Sebanding dengan Fasilitas

Dito menilai, persoalan bukan semata-mata angka tiket, melainkan kesesuaian antara biaya yang dikeluarkan dan pengalaman yang diterima wisatawan. Banyak wisatawan asing datang dengan harapan menikmati daya tarik kawasan, tetapi kemudian ragu begitu melihat harga di loket.

"Begitu melihat harga, mereka pertimbangkan dan diskusi. Akhirnya memilih berganti ke destinasi lain," kata Dito.

Mayoritas wisatawan mancanegara yang pernah diantar Dito berasal dari kawasan Eropa. Mereka umumnya datang dalam kelompok kecil dan sangat memperhitungkan anggaran perjalanan.

Kunjungan Asing Naik Tipis, Lokal Justru Melonjak

Koordinator Umum Pengelola Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung, H. Suardi, mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sejak Januari hingga Agustus 2026 memang meningkat setelah tarif diturunkan dari Rp255 ribu menjadi Rp200 ribu. Namun peningkatan tersebut belum signifikan.

"Untuk mancanegara ada sedikit peningkatan, tetapi tidak begitu signifikan. Dalam beberapa bulan terakhir semenjak harga tiket turun dari Rp255 ribu menjadi Rp200 ribu, peningkatannya belum begitu signifikan karena masih terbilang tinggi menurut beberapa wisatawan asing," jelas Suardi.

Kondisi berbeda terjadi pada wisatawan nusantara. Kunjungan lokal justru naik drastis sepanjang tahun ini, terutama setelah tarif pelajar diturunkan. Pada hari biasa, tiket pelajar Rp15 ribu dan dewasa Rp35 ribu. Saat akhir pekan atau hari libur, tarif pelajar Rp20 ribu dan dewasa Rp40 ribu.

"Alhamdulillah dari Januari sampai saat ini drastis peningkatannya. Karena harga tiket anak yang turun otomatis banyak yang mengajak orang tua datang," jelas Suardi.

Usulan Penurunan Tarif agar Lebih Kompetitif

Suardi menilai peluang peningkatan kunjungan asing masih terbuka jika tarif kembali disesuaikan ke angka yang lebih terjangkau. Ia menyebut kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per orang bisa membuat jumlah wisatawan mancanegara naik signifikan.

"Insyaallah kalau turun sampai Rp100 ribu atau Rp150 ribu, peningkatan pengunjung mancanegara akan lebih signifikan," ujarnya.

Bagi traveler yang berencana mengunjungi Bantimurung, informasi tarif dan fasilitas terkini dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola kawasan wisata atau dinas pariwisata setempat. Dengan harga tiket lokal yang relatif terjangkau, kawasan ini masih menjadi pilihan menarik untuk liburan keluarga di Sulawesi Selatan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top