BENGKULU — BBPMP Bengkulu memastikan data calon penerima dan calon lokasi (CPCL) untuk program bantuan benih kopi seluas 1.350 hektare telah diverifikasi. Program ini menyasar Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Kepala BBPMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menyatakan seluruh kelompok tani yang akan menerima bantuan sudah ditetapkan. "CPCL bantuan benih kopi ini sudah siap untuk 1.350 hektare dari kelompok tani di masing-masing kabupaten. Datanya sudah kami kirim dan sudah diverifikasi," kata Shannora di sela Festival Kopi Kepahiang, Senin (7/9/2026).
Kabupaten Kepahiang menjadi salah satu penerima terbesar dengan alokasi lahan 350 hektare atau setara 350 ribu batang benih. Namun, benih untuk wilayah tersebut belum bisa langsung didistribusikan.
"Penyalurannya direncanakan pada bulan November. Sekarang masih dalam proses penyiapan dan sertifikasi benih," ujar Shannora.
Penyerahan bibit yang dilakukan secara seremonial dalam Festival Kopi Kepahiang disebutnya masih bersifat simbolis. Distribusi fisik ke petani baru akan berjalan setelah seluruh proses sertifikasi benih dinyatakan rampung.
Program penyiapan benih ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi di Provinsi Bengkulu. Bantuan diberikan dalam bentuk benih unggul kepada kelompok tani yang telah melewati verifikasi administrasi dan lapangan.
Shannora menjelaskan bahwa tahapan sertifikasi menjadi kunci sebelum benih sampai ke tangan petani. Proses ini memastikan benih yang disalurkan memenuhi standar mutu sehingga produktivitas tanaman kopi di masa mendatang bisa optimal.
Dengan total lahan 1.350 hektare yang tersebar di lima kabupaten, program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu sentra produksi kopi di Sumatra. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani akan menerima bantuan sesuai dengan luas lahan yang telah didata pemerintah.