BENGKULU — Kebijakan penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari mekanisme penetapan harga bulanan yang mengacu pada rata-rata harga minyak dunia. Selain Pertamax, dua produk lain juga mengalami pemangkasan harga, sementara dua produk diesel tetap stabil.
Rincian Lengkap Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
Pertamina menurunkan harga Pertamax Green 95 dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter. Penurunan lebih dalam terjadi pada Pertamax Turbo yang harganya dipangkas Rp 1.000, dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.
Berbeda dengan tiga produk di atas, harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak berubah. Dexlite masih dijual Rp 19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex tetap di angka Rp 21.150 per liter.
Catatan Penting: Harga Bisa Berbeda di Tiap Daerah
Perlu dicatat, harga yang disebutkan di atas berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen. Di luar wilayah tersebut, konsumen bisa menemukan selisih harga karena komponen pajak daerah yang berbeda-beda.
Pertamina mengingatkan masyarakat untuk memastikan harga resmi melalui aplikasi MyPertamina atau kanal informasi resmi lainnya. Hal ini untuk menghindari informasi keliru di lapangan.
Harga BBM Subsidi Dipastikan Aman
Di tengah penyesuaian harga produk nonsubsidi, pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tidak akan berubah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo.
Kepastian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat pengguna Pertalite dan Solar, memastikan daya beli tetap terjaga di sisa tahun ini.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini memberikan angin segar bagi konsumen di tengah fluktuasi harga energi global. Dengan selisih hingga Rp 1.000 per liter untuk Pertamax Turbo, pengguna kendaraan premium bisa merasakan penghematan signifikan untuk pengisian penuh tangki.