KOTA BENGKULU — Jajaran Polsek Selebar bersama warga dan perangkat lingkungan memasang garis pengaman di sekeliling lubang akibat jebolnya box PDAM di Jalan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Keputusan itu diambil setelah kerusakan yang berada di ruas Jalan Adam Malik menuju Simpang Empat Tugu Garuda itu dilaporkan telah menelan korban jiwa.
Lubang berada beberapa meter sebelum simpang empat lampu merah, tepatnya di Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar. Ukurannya cukup besar dan terletak di jalur yang ramai, membuat pengendara sepeda motor rentan kehilangan kendali, terutama saat malam hari dan ketika hujan.
Kapolsek Selebar, AKP Bayu Heri Purwono, menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan sekadar gangguan jalan. Ia menyebut titik itu telah memakan korban sehingga pengguna jalan tidak boleh menganggap remeh.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar ekstra hati-hati saat mendekati simpang empat Pagar Dewa. Lubang akibat box PDAM yang jebol ini sangat rawan memicu kecelakaan mendadak," tegas Bayu.
"Sudah ada korban jiwa di titik tersebut, sehingga kewaspadaan penuh sangat dibutuhkan," lanjutnya.
Untuk mencegah korban bertambah, polisi memasang garis pembatas atau red line di sekeliling area rusak. Penanda itu diharapkan membuat pengendara memperlambat laju kendaraan saat mendekati lubang.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, turun langsung mengecek lokasi pada Kamis (3/9/2026). Pengecekan dilakukan setelah pihaknya menerima sejumlah pengaduan mengenai jalan berlubang yang mengarah ke Simpang Empat Tugu Garuda.
"Kami menindaklanjuti keluhan warga dengan mengecek langsung kondisi jalan yang mengalami kerusakan," ujar Sahat.
Satpol PP Kota Bengkulu selanjutnya berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk mendorong perbaikan sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Polisi menilai garis pengaman hanya solusi sementara. Kerusakan yang berada di ruas jalan utama itu dinilai tidak cukup ditandai; dibutuhkan penanganan permanen agar potensi bahaya benar-benar hilang.
"Kami meminta instansi yang berwenang segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Jangan sampai ruas jalan ini kembali memakan korban," tegas Bayu.
Hingga pengecekan dilakukan, perbaikan permanen belum ada tanda-tanda pengerjaan. Polsek Selebar mengimbau masyarakat ikut menjaga keselamatan bersama dengan melaporkan kondisi jalan berbahaya kepada pihak berwenang, sembari menunggu penanganan dari instansi terkait.