BENGKULU — Presiden Prancis Emmanuel Macron menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahannya untuk mengerahkan segala upaya mengatasi krisis bahan bakar minyak yang melanda negara itu. Harga solar di Prancis kini mencapai 2,30 euro atau sekitar Rp46.809 per liter, sementara bensin menyentuh 2,10 euro atau sekitar Rp42.738 per liter. Menteri Keuangan Roland Lescure memperingatkan harga BBM akan bertahan tinggi dalam waktu lama.
Juru Bicara Pemerintah Prancis Maud Bregeon menyampaikan arahan Macron tersebut pada Rabu, menegaskan bahwa krisis energi di negara itu memerlukan respons menyeluruh dari seluruh kementerian terkait. Instruksi ini muncul setelah lonjakan harga BBM yang dipicu konflik bersenjata yang melibatkan Iran pada Februari 2026.
Solar dan Bensin Cetak Rekor Baru di Pompa Prancis
Angka yang dirilis pemerintah menunjukkan beban berat di kantong konsumen Prancis. Solar kini dijual 2,30 euro per liter, sedangkan bensin berada di level 2,10 euro per liter. Kedua angka itu setara Rp46.809 dan Rp42.738 dengan kurs yang berlaku saat data dirilis.
Lonjakan ini bukan gejala sesaat. Menteri Keuangan Roland Lescure menyatakan pada 11 September bahwa harga BBM akan tetap tinggi dalam jangka panjang, memberi sinyal bahwa pemerintah tidak memprediksi pemulihan cepat dalam waktu dekat.
Konflik Iran Februari 2026 Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga BBM di Prancis berakar pada konflik yang melibatkan Iran pada Februari 2026. Ketegangan di kawasan Timur Tengah itu mengganggu jalur pasokan minyak mentah global, memukul negara-negara Eropa yang bergantung pada impor energi.
Prancis bukan satu-satunya negara yang terdampak. Gelombang kenaikan harga serupa juga menghantam sejumlah negara lain, termasuk Indonesia, di mana kota-kota seperti Makassar turut merasakan tekanan pada harga bahan bakar.
Langkah Apa yang Disiapkan Pemerintah Prancis
Macron meminta jajarannya bergerak cepat, meski detail kebijakan konkret belum diumumkan secara rinci. Pemerintah Prancis menghadapi tekanan ganda: meredam lonjakan harga di tingkat konsumen sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara.
Lescure sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa harga tinggi akan bertahan lama, membuka kemungkinan intervensi kebijakan seperti subsidi atau penyesuaian pajak bahan bakar. Namun belum ada keputusan resmi soal bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.
Dampak bagi Konsumen dan Sektor Transportasi
Harga solar di atas 2 euro per liter langsung membebani sektor logistik dan transportasi publik Prancis. Operator angkutan barang dan perusahaan bus menghadapi kenaikan biaya operasional yang sulit dihindari.
Bagi rumah tangga, pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan pribadi ikut membengkak. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya reda di kawasan Eropa.
Prancis dan Tren Krisis Energi Global
Krisis BBM di Prancis memperlihatkan kerentanan negara-negara Eropa terhadap gejolak geopolitik di Timur Tengah. Ketergantungan pada impor minyak membuat harga domestik rentan terhadap konflik yang terjadi ribuan kilometer dari Paris.
Pemerintah Prancis kini dituntut menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek konsumen dengan strategi transisi energi jangka panjang. Tanpa langkah konkret, tekanan politik menjelang periode berikutnya berpotensi membesar.