BENGKULU — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu menjalankan program perbaikan jalan di kawasan pelabuhan yang berlangsung secara bertahap. Langkah penataan jalan dan fasilitas ini sejalan dengan arahan strategis Danantara yang mendorong pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan lebih terukur, efisien, dan berorientasi jangka panjang.
Perbaikan menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi kendala bagi kelancaran arus kendaraan logistik. Pekerjaan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar keamanan dan kenyamanan di area operasional pelabuhan.
Tim teknis lebih dulu memetakan titik-titik jalan yang rawan kerusakan. Setelah pemetaan, perbaikan dituntaskan sesuai standar konstruksi pelabuhan sebelum beralih ke tahap penyelesaian akhir.
Skema bertahap dipilih agar tidak mengganggu aktivitas bongkar muat maupun pelayanan kapal yang berlangsung setiap hari. Arus kendaraan logistik tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyampaikan perbaikan jalan ini menjadi salah satu prioritas perusahaan tahun ini.
"Jalan di area pelabuhan itu urat nadi operasional kami. Kalau kondisinya baik, distribusi barang dan pelayanan kepada pengguna jasa juga ikut lancar," ujar Dimas.
Ia menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur semacam ini akan terus berlanjut sebagai agenda rutin perusahaan, bukan sekadar respons terhadap kerusakan yang sudah terjadi.
Pelindo Regional 2 Bengkulu menempatkan perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari agenda rutin perusahaan. Pengelolaan aset dilakukan dengan pendekatan jangka panjang, bukan menunggu kerusakan terjadi lebih dulu.
Perbaikan jalan di kawasan pelabuhan berdampak langsung pada distribusi barang dan pelayanan kepada pengguna jasa. Kondisi jalan yang baik membuat arus kendaraan logistik berjalan tanpa hambatan berarti.
Sejumlah titik yang menjadi kendala arus kendaraan logistik menjadi sasaran utama perbaikan tahap ini. Perusahaan memastikan seluruh pekerjaan mengikuti standar konstruksi pelabuhan yang berlaku.