BENGKULU — Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Drs. H. Khairil Anwar, M.Si, menyatakan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan perayaan hari jadi provinsi kehilangan kemeriahan. Panitia diminta menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan sejak rapat pematangan, meski sejumlah agenda berpotensi tidak terlaksana.
Rapat yang digelar Rabu (21/10/2026) itu menjadi langkah awal penyusunan acara sekaligus pembahasan keterlibatan berbagai pihak. Khairil menyebut kolaborasi sebagai kunci agar kegiatan tetap berjalan dengan anggaran terbatas.
Upacara peringatan dan rapat paripurna dipastikan masuk jadwal. Dua agenda itu dinilai sebagai bagian resmi dari peringatan hari jadi yang tidak bisa ditiadakan.
Berbeda dengan malam syukuran. Khairil menyatakan rencana tersebut masih dalam pembicaraan dan akan disesuaikan dengan kondisi anggaran serta hasil pembahasan panitia.
"Panitia yang dibentuk tentunya harus mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, meskipun nantinya ada agenda yang kemungkinan tidak terlaksana," tegas Khairil.
Rangkaian peringatan dirangkai dengan event Semarak Merah Putih yang berlangsung 9-19 November. Panitia berencana menghadirkan lima artis nasional untuk menghibur masyarakat dalam gelaran tersebut.
Pada puncak acara 18 November 2026, panitia menjadwalkan tausiyah yang menghadirkan Gus Muwafiq bersama H. Rhoma Irama. Kegiatan keagamaan berupa doa bersama dan istighotsah turut disiapkan sebagai bagian dari peringatan.
"Dalam kegiatan ini, kita berencana untuk menghadirkan lima artis nasional guna menghibur Masyarakat," tambah Khairil.
Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi konteks utama rapat persiapan. Pemprov Bengkulu menempatkan keterbatasan fiskal sebagai variabel yang harus diakomodasi panitia, bukan penghalang perayaan.
Khairil berharap peringatan HUT ke-58 tetap menjadi momentum kebersamaan bagi warga Bengkulu. Hiburan dan kegiatan bersama dinilai tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kondisi anggaran yang ada.
"Yang penting, semangat kita untuk menyukseskan HUT Provinsi Bengkulu tetap ada. Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kita berharap perayaan ini tetap meriah tanpa mengabaikan kondisi anggaran yang ada," demikian Khairil.