BENGKULU — Antrean warga terlihat sejak pagi di halaman Kantor TVRI Bengkulu, Rabu (2/9/2026). Mereka datang untuk membeli bahan pokok dengan harga di bawah pasaran dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Badan Pangan Nasional bersama LPP TVRI Stasiun Bengkulu. Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-64 TVRI.
Salah seorang pengunjung, Nita, mengaku masih berkeliling membandingkan harga sebelum memutuskan barang belanjaan. Ia menemukan selisih yang cukup berarti untuk bawang merah dan beberapa komoditas lain.
"Saya beli bawang merah. Ini masih mau lihat-lihat mau beli apa lagi karena masih membandingkan harga dengan harga di pasaran. Lumayan ada selisih sekitar seribu hingga tiga ribu rupiah," kata Nita.
Daftar Harga Sembako di GPM Bengkulu
Pantauan di lokasi, terdapat delapan komoditas pokok yang dijual dengan harga khusus. Beras SPHP dibanderol Rp 58.000 per kemasan 5 kilogram. Adapun beras premium dijual Rp 152.000 per 10 kilogram.
- Minyakita: Rp 15.500 per liter
- Tepung terigu: Rp 10.000 per kilogram
- Bawang merah: Rp 28.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp 28.000 per kilogram
- Telur ayam ras: Rp 48.000 per karpet
- Daging ayam ras: Rp 45.000 per kilogram
Rentang harga tersebut menjadi daya tarik bagi warga yang ingin menekan pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Intervensi Pemerintah untuk Jaga Daya Beli
Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan GPM bukan sekadar pasar murah musiman. Ia menyebut program ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, harga pangan, dan kemampuan masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari.
"Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut Mian, keterjangkauan pangan berkaitan erat dengan daya beli. Karena itu, pemerintah memastikan rantai pasok berjalan baik, mulai dari ketersediaan komoditas, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen di tingkat eceran.
Pemprov Bengkulu Dorong GPM Berkelanjutan
Mian berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momen peringatan hari besar. Ia mendorong GPM diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu agar jangkauan manfaatnya makin luas.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Bengkulu. Kolaborasi antarinstansi sangat penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," kata Mian.
Stabilitas harga pangan dinilai penting karena perubahan harga kebutuhan pokok berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga dan angka inflasi daerah.
TVRI Bengkulu Perkuat Ketahanan Pangan
Kepala TVRI Stasiun Bengkulu Fonda Rafael menyebut kegiatan ini merupakan wujud kontribusi lembaganya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pelaksanaan GPM bukan semata rangkaian ulang tahun TVRI, melainkan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
"Selain menjadi rangkaian peringatan HUT ke-64 TVRI, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, jajaran TVRI Bengkulu, sejumlah kepala OPD Pemprov Bengkulu, serta pihak terkait lainnya. Nita berharap kegiatan pangan murah kembali digelar berkala agar warga punya lebih banyak pilihan mendapatkan sembako dengan harga bersahabat.