Pencarian

BBTNBBS-WCS Edukasi Warga 3 Desa di Kaur Cegah Karhutla dan Perambahan TNBBS

Minggu, 20 September 2026 • 10:46:01 WIB
BBTNBBS-WCS Edukasi Warga 3 Desa di Kaur Cegah Karhutla dan Perambahan TNBBS

KAUR — Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) bersama Wildlife Conservation Society-Program Indonesia (WCS-PI) menyambangi tiga desa di Kabupaten Kaur untuk mengedukasi warga soal pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), perambahan hutan, dan perlindungan satwa liar. Kegiatan berlangsung Sabtu, 19 September 2026, menyasar Desa Tanjung Agung dan Desa Babat di Kecamatan Tetap, serta Desa Pasar Baru di Kecamatan Nasal.

Koordinator Penyuluh Kehutanan BBTNBBS, Riyanto, S.Hut., menyebut edukasi ini sebagai langkah penting mencegah kerusakan kawasan konservasi. Pembukaan lahan dengan cara dibakar, kata dia, berisiko besar memicu Karhutla.

"Edukasi pencegahan Karhutla dan perambahan hutan secara ilegal sangat penting karena aktivitas tersebut sangat rentan memicu bencana dan menghancurkan ekosistem," tegas Riyanto.

Fokus Penguatan Koordinasi di Tingkat Desa

Rangkaian kegiatan diawali koordinasi bersama Pemerintah Desa Tanjung Agung dan Desa Babat, Kecamatan Tetap. Tim BBTNBBS dan WCS-PI mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Tanjung Agung, Nupizer Masagus, bersama Ketua BPD Babat menyampaikan sejumlah komitmen terkait perlindungan kawasan TNBBS.

  • Pemerintah Desa Tanjung Agung dan Desa Babat menyatakan dukungan terhadap upaya penegakan hukum serta berkomitmen ikut menjaga kawasan TNBBS agar tetap lestari.
  • Pihak desa berharap proses hukum terhadap warga yang diduga terlibat perambahan dan telah diamankan berjalan adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mendorong penegakan hukum merata di titik-titik lain dalam kawasan TNBBS.
  • Pemerintah desa meminta edukasi konservasi TNBBS dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kawasan hutan.

Kasus Perburuan Satwa Liar di Nasal Jadi Perhatian

Dari Kecamatan Tetap, tim melanjutkan koordinasi ke Desa Pasar Baru, Kecamatan Nasal. Koordinasi tersebut turut menyikapi adanya warga Desa Pasar Baru yang diamankan terkait kasus perburuan satwa liar.

Pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi perhatian utama BBTNBBS dan WCS-PI. Praktik itu tidak hanya mengancam keselamatan warga sekitar, tetapi juga menghancurkan ekosistem dan habitat berbagai satwa di kawasan TNBBS.

Edukasi di tiga desa ini menambah daftar upaya BBTNBBS menjaga kawasan konservasi yang membentang di ujung selatan Sumatra tersebut. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa berlanjut agar pemahaman warga terhadap pentingnya menjaga hutan semakin kuat.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbengkulu.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks