Ipswich Town resmi kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris setelah mengamankan posisi kedua klasemen Championship lewat kemenangan telak 3-0 atas QPR, Sabtu (11/5). Keberhasilan ini menjadi pembuktian tangan dingin Kieran McKenna yang sukses membawa The Tractor Boys promosi dua kali dalam tiga musim terakhir.
Pesta pecah di Portman Road. Kemenangan tiga gol tanpa balas atas QPR memastikan Ipswich Town mengunci tiket otomatis ke Premier League musim depan. Hasil ini membuat mereka finis di urutan kedua klasemen akhir Championship, sekaligus memicu euforia ribuan suporter yang membanjiri lapangan sesaat setelah peluit panjang berbunyi.
Kieran McKenna kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih muda paling potensial di Inggris. Meski sempat dikaitkan dengan kursi pelatih AFC Bournemouth sebelum posisi tersebut diisi Marco Rose, McKenna tetap loyal menuntaskan misi besarnya bersama Ipswich. Reputasinya kini semakin meroket setelah membawa tim bangkit dari kekecewaan musim-musim sebelumnya.
"Kieran adalah manajer yang sangat spesial," ujar CEO Ipswich Town, Mark Ashton. Menurutnya, McKenna merupakan sosok yang sangat dicari oleh banyak klub Premier League dan tim elit Eropa karena kualitas kerjanya yang kelas satu.
Ada perbedaan mencolok antara tim yang promosi tahun 2024 dengan komposisi skuad saat ini. Musim panas lalu, manajemen melakukan perombakan besar dengan mendatangkan 11 pemain baru. Salah satu investasi terbesarnya adalah memboyong playmaker asal Chile, Marcelino Nunez, dari rival regional Norwich City dengan nilai transfer mencapai 10 juta poundsterling.
McKenna tampaknya belajar banyak dari pengalaman masa lalu. Dulu, ia sempat dikritik karena dianggap terlalu loyal pada pemain yang membawanya naik dari League One. Kini, meski masih mengandalkan nama-nama lama seperti Leif Davis dan Wes Burns, kedalaman skuad Ipswich jauh lebih mumpuni berkat suntikan dana parachute payment.
Kesuksesan ini tidak lepas dari keharmonisan antara jajaran direksi dan staf kepelatihan. Mark Ashton menegaskan bahwa dirinya berperan sebagai mekanisme pendukung bagi McKenna. Ia memastikan sang manajer memiliki segala fasilitas yang dibutuhkan untuk bekerja tanpa alasan kendala teknis.
Hubungan keduanya didasari rasa hormat yang tinggi meski jarang bersosialisasi di luar jam kerja. Ashton adalah tipikal pemimpin yang bergerak cepat karena percaya bahwa dalam sepak bola, tim yang lambat berkembang akan segera disalip oleh rival-rivalnya.
"Para pemain telah berkembang pesat sepanjang musim. Anda tidak boleh meremehkan betapa sulitnya untuk promosi ke Premier League," tutur McKenna kepada BBC Radio Suffolk. Ia memuji karakter grupnya yang tetap solid meski menghadapi tantangan berat di laga-laga tandang beruntun.
Langkah selanjutnya bagi Ipswich adalah memperkuat lini serang untuk bersaing di kasta tertinggi. Meski George Hirst tampil produktif, manajemen diprediksi akan mencari striker baru di bursa transfer mendatang. Hal ini dilakukan guna memberikan kompetisi bagi Ivon Azon yang musim ini baru mengemas lima gol.
Persiapan menuju Premier League 2026 langsung dimulai guna memastikan The Tractor Boys tidak sekadar numpang lewat di kompetisi paling kompetitif di dunia tersebut.