Pencarian

Harga TBS Sawit di Bengkulu Anjlok hingga Rp 1.880 per Kilogram, APKS Sebut Kebijakan Ekspor Satu Pintu Biang Kerok

Jumat, 22 Mei 2026 • 10:38:39 WIB
Harga TBS Sawit di Bengkulu Anjlok hingga Rp 1.880 per Kilogram, APKS Sebut Kebijakan Ekspor Satu Pintu Biang Kerok
Harga TBS sawit di Bengkulu turun drastis hingga Rp 1.880 per kilogram di pabrik.

BENGKULU — Harga TBS sawit di Bengkulu anjlok hingga Rp 1.880 per kilogram di tingkat pabrik, setelah kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN diumumkan Presiden pada 20 Mei 2026. Di tingkat petani, harga bahkan sudah menembus di bawah Rp 2.000 per kilogram.

Ketua APKS Bengkulu, Edy Mashuri, mengungkapkan bahwa penurunan terjadi dua kali dalam satu malam, masing-masing Rp 500. Harga yang sebelumnya bertahan di Rp 3.200 per kilogram langsung merosot ke Rp 2.400, bahkan pabrik tertentu membeli di angka Rp 2.200.

Pasar Global Bereaksi Negatif terhadap Birokrasi Satu Pintu

Menurut Edy, penyebab utama anjloknya harga bukanlah fluktuasi dolar, melainkan pidato Presiden pada 20 Mei yang menegaskan pengalihan ekspor CPO dan batu bara ke satu pintu melalui BUMN. Dunia perdagangan internasional, kata dia, alergi terhadap birokrasi yang panjang dan lambat.

“Mereka maunya pelayanan cepat, tepat, tidak menunggu, dan birokrasi tidak berbelit-belit,” ujar Edy, Jumat (22/5/2026). Ia membandingkan situasi ini dengan era larangan ekspor sawit di bawah Presiden Jokowi yang sempat membuat harga jatuh ke level Rp 2.000 per kilogram.

Petani di Hulu Jadi Paling Terpukul, Biaya Pupuk Melonjak

Edy mengakui niat pemerintah untuk menata tata kelola ekspor dan menutup kebocoran penerimaan negara sebenarnya baik. Namun, ia pesimistis mekanisme satu pintu melalui BUMN mampu bersaing di pasar global yang menuntut kecepatan.

“Kalau pelayanan lambat, pembeli luar negeri bisa pindah ke negara lain. Dampaknya harga sawit kita makin anjlok,” katanya. Ia menegaskan bahwa petani sawit di sektor hulu menjadi pihak yang paling menderita. Di tengah penurunan harga, biaya produksi justru meroket. Harga pupuk borat, misalnya, melonjak dari Rp 460 ribu menjadi Rp 1,3 juta, sementara waria naik dari Rp 760 ribu per kilogram.

Daftar Pabrik yang Kompak Turunkan Harga

Sejumlah pabrik kelapa sawit di Bengkulu kompak menurunkan harga pada Jumat malam. PT MMIL, PT KAS, PT GSS, dan PT KSM memotong Rp 500 menjadi Rp 2.100 hingga Rp 2.160 per kilogram. Penurunan paling tajam terjadi di PT USM Mukomuko yang memangkas Rp 600 menjadi Rp 1.920, dan PT Muara Sawit Lestari yang turun Rp 700 menjadi Rp 1.880 per kilogram.

APKS Khawatir Efek 'Bottle Neck' Distribusi Ekspor

APKS Bengkulu mengkhawatirkan kebijakan ini akan memicu efek bottle neck atau kemacetan distribusi ekspor. Jika semua ekspor terpusat di satu pintu besar, risiko kemacetan di ujung distribusi sangat tinggi.

“Kalau sudah mampet, dampaknya lama dirasakan petani,” tutup Edy. Ia berharap pemerintah mengkaji ulang mekanisme ini agar tidak semakin memukul petani sawit yang sudah tertekan oleh biaya produksi yang terus naik.

Bagikan
Sumber: ewarta.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks