ARGAMAKMUR — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengonfirmasi rencana masuknya investasi besar di sektor peternakan sapi perah dengan nilai mencapai Rp50 miliar. Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat di tengah upaya optimalisasi potensi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bengkulu Utara, Ir Budi Sampurno, menyatakan minat investor ini merupakan sinyal positif bagi iklim usaha daerah. Proyek ini membidik wilayah Bengkulu Utara yang dinilai memiliki keunggulan geografis untuk pengembangan komoditas susu yang selama ini belum tergarap secara industri.
DPMPTSP mencatat nilai investasi yang akan dikucurkan oleh pemodal mencapai angka signifikan untuk skala daerah. Modal sebesar Rp50 miliar tersebut diproyeksikan untuk membangun infrastruktur peternakan modern dan pengolahan hasil ternak secara berkelanjutan.
"Rencananya ada investasi yang masuk di bidang usaha sapi perah senilai Rp50 miliar. Peluang ini menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Budi Sampurno, Minggu (3/5/2026).
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan pendampingan bagi calon investor. Fasilitasi penuh akan diberikan agar proyek strategis ini segera terealisasi untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di Bengkulu Utara.
Kehadiran investor di sektor ini dinilai sebagai titik balik bagi pemanfaatan lahan peternakan yang selama ini belum produktif. Selain meningkatkan angka produksi susu nasional, proyek ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut melalui rekrutmen tenaga kerja lokal.
"Ini sinyal baru peluang investasi di bidang peternakan, dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja baru bagi masyarakat," ujar Budi.
Selain serapan tenaga kerja langsung, kehadiran industri sapi perah diprediksi menciptakan efek domino bagi sektor pendukung lainnya. Hal ini mencakup kebutuhan penyediaan pakan ternak dari petani lokal hingga rantai distribusi logistik produk susu ke pasar regional di Sumatra.
Budi memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan calon investor untuk mematangkan rencana tersebut. Kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi menjadi prioritas utama guna memastikan modal yang masuk dapat bertahan dalam jangka panjang.
Masuknya modal besar ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan. Sektor peternakan kini menjadi salah satu pilar yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hingga saat ini, DPMPTSP terus melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyiapkan lahan dan regulasi pendukung. Pemerintah berharap proyek ini menjadi pemicu masuknya investor lain di sektor agribisnis serupa di masa mendatang.