Bumble Rombak Strategi demi Gen Z Meski Pengguna Berbayar Turun 21 Persen

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:51:01 WIB
Bumble catat penurunan pengguna berbayar 21,1 persen pada kuartal pertama 2026.

Bumble melaporkan penurunan jumlah pengguna berbayar sebesar 21,1 persen menjadi 3,2 juta orang pada kuartal pertama 2026. Perusahaan kini bertaruh pada perombakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk memenangkan kembali minat generasi Z yang mulai jenuh dengan aplikasi kencan.

Penurunan basis pengguna berbayar dari 4 juta menjadi 3,2 juta orang merupakan bagian dari strategi pembersihan ekosistem. Manajemen Bumble memilih untuk memprioritaskan kualitas pengguna daripada sekadar mengejar kuantitas angka demi kesehatan platform jangka panjang.

Prioritas Kualitas Pengguna Dongkrak Laba Bersih

Meski pendapatan total turun 14,1 persen menjadi $212,4 juta, laba bersih perusahaan justru melonjak tajam. Bumble mencatatkan laba $52,6 juta pada kuartal ini, naik signifikan dibandingkan $19,8 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan laba ini dipicu oleh kebijakan pemangkasan biaya penjualan dan pemasaran secara besar-besaran. Di sisi lain, rata-rata pendapatan per pengguna berbayar (ARPU) justru mengalami kenaikan hampir 9 persen.

Whitney Wolfe Herd, Founder dan CEO Bumble, menyebut kondisi ini sebagai fase transformasi. Perusahaan sengaja melakukan reset pada basis anggota untuk fokus pada pengguna yang lebih aktif dan memiliki niat serius dalam berinteraksi.

AI Matchmaker Bee Gantikan Model Swiping Konvensional

Bumble tengah menyiapkan perombakan besar yang dijadwalkan meluncur penuh pada kuartal keempat 2026. Inti dari perubahan ini adalah penggantian platform teknologi lama ke sistem berbasis cloud-native yang ditenagai kecerdasan buatan.

Perusahaan memperkenalkan "Bee", asisten perjodohan internal yang mempelajari preferensi, tujuan hubungan, dan gaya komunikasi pengguna. AI ini akan memberikan rekomendasi yang lebih akurat melalui fitur bertajuk "Dates".

Model interaksi swiping atau geser foto yang mulai dianggap usang akan digantikan dengan desain profil "chapter-style". Pendekatan ini bertujuan agar pengguna lebih banyak melakukan pertemuan di dunia nyata daripada sekadar mengumpulkan kecocokan (match) yang tidak berlanjut.

Pertumbuhan Signifikan di Luar Fitur Kencan

Di tengah lesunya pasar aplikasi kencan, Bumble melihat peluang pada fitur non-kencan melalui Bumble BFF. Fitur Groups yang memungkinkan pengguna merencanakan kegiatan bersama mencatat pertumbuhan keterlibatan yang kuat, terutama di kalangan perempuan Gen Z.

Data internal menunjukkan jumlah pengguna yang bergabung dalam grup meningkat hampir dua kali lipat antara Desember dan Maret. Perusahaan berharap ekspansi ke ranah pertemanan ini mampu menjaga retensi pengguna saat tren kencan digital sedang mengalami pergeseran.

Implementasi teknologi baru ini sudah mulai diuji coba kepada sebagian pengguna dan akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan. Investor kini mencermati apakah taruhan pada AI dan perombakan profil ini mampu mengembalikan pertumbuhan pengguna mulai awal tahun depan.

Reporter: Nofrizal Hasan
Back to top