Kota Bengkulu Targetkan 100 Sapi Kurban dan Jatah dari Presiden

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 11:44:40 WIB
Pemerintah Kota Bengkulu mematangkan koordinasi untuk target 100 ekor sapi kurban jelang Iduladha 1447 H.

KOTA BENGKULU — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai mematangkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Fokus utama tahun ini adalah pemerataan distribusi daging kurban ke wilayah-wilayah yang selama ini minim bantuan.

Pj Sekda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, mengungkapkan bahwa antusiasme jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan mitra daerah masih sangat tinggi. Pemkot optimistis angka 100 ekor sapi dapat tercapai melalui konsolidasi internal dan peran aktif sektor usaha daerah.

Prioritas Penyaluran: Sasar Masjid yang Belum Pernah Terima Kurban

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Bengkulu kini menerapkan kebijakan seleksi ketat terkait lokasi penyaluran. Instruksi Walikota menekankan agar bantuan tidak menumpuk di masjid-masjid besar di pusat kota saja.

“Pak Wali berpesan agar tahun ini diutamakan masjid yang belum pernah dapat bantuan. Kita ingin hikmah dari ibadah kurban ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh warga Kota Bengkulu,” ujar Medy.

Langkah ini diambil untuk menjangkau jemaah dan warga di pelosok kelurahan yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bengkulu akan mengoordinasikan pendataan masjid penerima agar tidak terjadi tumpang tindih alokasi.

Kontribusi BUMD dan ASN Dukung Target 100 Ekor Sapi

Untuk mencapai target 100 ekor sapi, Pemkot Bengkulu mengandalkan kekuatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta partisipasi para pejabat di lingkungan pemerintah kota. Sektor BUMD sendiri diproyeksikan mampu menyumbang hampir sepertiga dari total target.

“Dari BUMD kita sudah ada ancang-ancang menyumbang hingga 30 ekor sapi. Ditambah dengan partisipasi dari para pejabat dan ASN, kita harapkan jumlahnya bisa mendekati 100 ekor,” tambah Medy.

Meski target dipatok cukup tinggi, Medy menegaskan bahwa partisipasi ASN bersifat imbauan dan sukarela. Pemerintah tidak mewajibkan kurban karena hal tersebut merupakan ibadah personal, namun para pejabat diminta menjadi teladan bagi jajarannya di perangkat daerah masing-masing.

Satu Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Warga Bengkulu

Selain pengumpulan mandiri, Kota Bengkulu dipastikan kembali menerima jatah satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia. Bantuan ini merupakan agenda rutin tahunan pemerintah pusat untuk masyarakat di daerah.

“Untuk jatah dari Presiden, kita mendapat satu ekor. Sesuai instruksi Pemerintah Pusat, alokasinya sudah kita tetapkan untuk masjid yang belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya. Saat ini kita tinggal menunggu pengirimannya saja,” jelas Medy.

Pemkot Bengkulu saat ini tengah mematangkan teknis pengiriman dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh sapi, baik bantuan presiden maupun hasil swadaya ASN, memenuhi syarat syariat dan kesehatan sebelum dipotong.

Reporter: Nofrizal Hasan
Back to top