Harga Mobil Diesel Bekas Anjlok Efek Kenaikan BBM Pertamina Dex dan Dexlite

Penulis: Hendrizal Satria  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 11:47:01 WIB
Penurunan harga mobil diesel bekas terjadi seiring naiknya harga BBM Pertamina Dex dan Dexlite.

Pasar mobil diesel bekas di Indonesia mengalami kelesuan signifikan dengan penurunan harga jual yang cukup tajam di berbagai diler. Kondisi ini dipicu lonjakan harga BBM diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang kini menembus angka Rp 23.000 per liter.

Pemandangan di deretan bursa mobil bekas kini berubah. Jika biasanya unit bermesin peminum solar seperti SUV ladder-frame atau MPV bongsor menjadi primadona yang cepat berpindah tangan, kini unit-unit tersebut lebih banyak terdiam di sudut showroom. Minat konsumen terhadap mobil diesel mendingin seiring dengan melambungnya biaya operasional harian.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel non-subsidi yang terjadi belakangan ini memberikan pukulan telak bagi ekosistem mobil bekas. Para pedagang mulai merasakan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif, bahkan cenderung menghindari mesin diesel demi menyelamatkan pengeluaran bulanan mereka.

Efisiensi yang Tak Lagi Terasa di Kantong

Selama puluhan tahun, daya tarik utama mesin diesel bagi pengguna di Indonesia adalah efisiensi bahan bakar dan torsi besar. Namun, narasi "diesel itu irit" kini mulai luntur ketika angka di dispenser SPBU tidak lagi bersahabat. Selisih harga yang sangat jauh dibandingkan bulan-bulan sebelumnya mengubah total kalkulasi kepemilikan kendaraan.

"Kalau soal mobil diesel, info dari showroom rekanan yang pasti permintaan menurun mengakibatkan harga mobilnya anjlok," ungkap Jeffrey Andika, Pendiri sekaligus CEO Otospector dan diler mobil bekas Otos.id, Jumat (8/5/2026).

Menurut Jeffrey, alasan utama konsumen memburu mobil diesel selama ini adalah untuk menekan biaya perjalanan. Ketika harga solar non-subsidi melonjak drastis, keunggulan konsumsi bahan bakar yang irit menjadi tidak relevan karena tertutup oleh harga per liternya yang sangat mahal.

"Selama ini konsumen kan beli mobil diesel supaya irit. Kalau harga solar jadi tinggi begitu jadi nggak ada gunanya beli mobil diesel," tambahnya menjelaskan pergeseran logika pasar saat ini.

Rincian Harga BBM Diesel yang Tembus Rp 30 Ribu

Lonjakan harga yang terjadi memang tergolong ekstrem jika dibandingkan dengan periode Maret 2026. Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada operator pelat merah, tetapi juga merata ke seluruh penyedia BBM swasta di tanah air. Berikut adalah rincian harga BBM diesel terbaru yang berlaku di pasar:

  • Pertamina Dexlite: Rp 23.600 per liter (naik Rp 9.400 dari bulan sebelumnya).
  • Pertamina Dex: Rp 23.900 per liter (sebelumnya berada di angka Rp 14.500).
  • BP Ultimate Diesel: Rp 29.890 per liter (sempat menyentuh Rp 30.890).
  • VIVO Diesel Primus: Rp 30.890 per liter.

Tingginya angka-angka tersebut secara otomatis mendongkrak biaya operasional kendaraan secara signifikan. Sebagai gambaran, untuk mengisi penuh tangki SUV berkapasitas 80 liter dengan Pertamina Dex, pemilik kini harus merogoh kocek hingga Rp 1,9 juta sekali pengisian.

Keluhan Pelaku Usaha dan Koreksi Harga Unit

Meskipun data statistik secara menyeluruh masih dalam tahap pengumpulan, laporan dari lapangan menunjukkan tren yang seragam. Para pengelola showroom mulai mengeluhkan stok mobil diesel mereka yang mulai "berdebu" karena jarang ditanyakan oleh calon pembeli yang datang.

Jeffrey mengaku terus memantau besaran penurunan permintaan maupun koreksi harga yang terjadi di jaringan showroom rekanannya. Keluhan soal lesunya pasar diesel sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku bisnis otomotif dalam beberapa pekan terakhir.

"Angka itu saya masih mengecek dengan showroom rekanan. Tapi udah banyak yang bilang begitu," sebut Jeffrey menutup keterangannya.

Kondisi ini diprediksi akan memaksa para pedagang mobil bekas untuk melakukan koreksi harga lebih dalam agar stok unit diesel mereka tetap bisa berputar. Bagi calon pembeli yang tidak terlalu sensitif terhadap harga BBM, momen ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mendapatkan unit diesel dengan harga lebih terjangkau, meski konsekuensi biaya operasional tetap menghantui.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top