DPRD Bengkulu Minta Orang Tua Tak Paksakan Anak Masuk SMA Favorit, Semua Sekolah Kini Standarnya Sama

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 12:11:02 WIB
Wakil Ketua DPRD Bengkulu tegaskan semua SMA negeri di Kota Bengkulu memiliki standar pendidikan yang setara.

BENGKULU — Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meluruskan persepsi masyarakat yang masih menganggap hanya beberapa SMA tertentu yang berkualitas. Menurutnya, pemerataan fasilitas dan standar pendidikan telah membuat semua SMA negeri di Kota Bengkulu setara.

"SMA 8 sudah bagus, SMA 7 bagus, SMA 1 bagus, SMA 4 bagus, SMA 6 juga bagus. Saya pikir sekarang sudah banyak pilihan," ujar Teuku dalam pernyataan yang diterima, Senin.

Perintah Gubernur: Tak Ada Lagi Titipan di PPDB

Teuku menegaskan bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini harus bersih dari praktik titipan dan pelanggaran jalur. Ia menyebut arahan tersebut bukan lagi imbauan, melainkan perintah langsung dari Gubernur Bengkulu.

"Kalau imbauan bukan lagi sekadar imbauan, tapi sudah perintah dari gubernur terkait aturan. Jadi tidak boleh lagi melanggar aturan yang aneh-aneh," katanya.

Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh kepala sekolah untuk patuh pada mekanisme zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. "Kalau memang tidak layak masuk, jangan dipaksakan. Sistemnya sudah jelas," tegasnya.

Praktik Titipan Orang Kuat Masih Terjadi, Anak Zonasi Tersingkir

Di balik aturan yang ketat, Teuku mengaku masih menemukan praktik titipan dari pihak-pihak berpengaruh. Akibatnya, siswa yang tinggal persis di radius zonasi justru tersingkir dari kursi yang seharusnya menjadi hak mereka.

"Saya menemukan ada keluarga yang memang masuk radius zona, tapi karena ada titipan dari orang kuat, anak ini tersingkir," ungkapnya.

Ia meminta para tokoh dan pejabat untuk tidak lagi memaksakan titipan siswa. "Kasih pengertian kepada orang-orang hebat, orang-orang kuat ini supaya jangan memaksakan seperti itu. Kasihan juga kepala sekolahnya," tutupnya.

Pemerataan Sekolah Juga Digencarkan di Kabupaten

Teuku menambahkan, upaya pemerataan tidak berhenti di Kota Bengkulu. Pemerintah daerah akan menyamakan standar fasilitas di tingkat kabupaten agar siswa tidak perlu lagi berbondong-bondong ke sekolah di kota.

"Di kabupaten juga begitu. Standarnya nanti kita samakan, yang fasilitasnya kurang akan kita lengkapi. Bahkan dari kabupaten banyak juga yang memaksa masuk SMA di kota. Jangan lagi lah," katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tetap bergantung pada kemauan belajar siswa, bukan semata-mata pada nama besar sekolah. "Kalau masuk SMA yang bagus tapi anaknya tidak mau belajar, ya sama saja," pungkasnya.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top