BENGKULU — Dalam sidak itu, Eric bersama tim pengelola K3 dan keamanan menyisir sejumlah titik kritis operasional. Mereka memeriksa kesiapan personel, kelengkapan alat pelindung diri (APD), sistem pengamanan aset dan instalasi, serta sarana penanganan kondisi darurat.
Eric menekankan bahwa budaya keselamatan bukan sekadar formalitas perusahaan. "Keselamatan dan keamanan kerja bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan listrik tetap andal untuk masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Menurutnya, Bali memiliki karakteristik unik dengan aktivitas masyarakat, pariwisata, dan kegiatan adat yang sangat dinamis. Keandalan listrik, kata Eric, harus dijaga melalui operasional yang aman dan disiplin.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan, menambahkan bahwa sidak ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk selalu mengutamakan keselamatan di setiap pekerjaan. "Dengan budaya safety yang kuat, potensi risiko kerja maupun gangguan operasional dapat ditekan sehingga pasokan listrik untuk masyarakat tetap terjaga," ungkap Petrus.
PLN mencatat, operasional kelistrikan yang aman dan tertib bisa meminimalkan risiko gangguan listrik maupun kecelakaan kerja. Jika hal itu terjadi, pelayanan kepada masyarakat, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, bisa terhambat.
PLN UID Bali berharap pengawasan semacam ini bisa memperkuat kesiapan operasional dan budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan. Dengan begitu, pasokan listrik yang aman dan andal bisa terus mendukung aktivitas masyarakat Bali—mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kegiatan adat dan keagamaan yang menjadi denyut nadi kehidupan di Pulau Dewata.
Langkah preventif ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan listrik seiring pemulihan sektor pariwisata Bali pasca-pandemi. Pengawasan ketat diharapkan mampu menekan angka gangguan teknis yang sempat menjadi keluhan pelanggan di beberapa titik.