BENGKULU — Langkah Apple menetapkan harga MacBook Neo di Indonesia di bawah pasar negara tetangga menjadi sorotan utama bagi pelaku industri dan konsumen lokal. Biasanya, produk Apple di tanah air memiliki selisih harga lebih tinggi akibat beban pajak impor dan rantai distribusi yang panjang. Namun, pada peluncuran kali ini, konsumen Indonesia mendapatkan penawaran yang lebih agresif dibandingkan pasar Singapura maupun Malaysia.
Data perbandingan harga menunjukkan selisih yang cukup signifikan bagi konsumen di kawasan regional. Di Singapura, MacBook Neo varian 256 GB dijual seharga SGD 849 atau setara Rp11,63 juta, sementara di Malaysia dibanderol 2.499 MYR atau sekitar Rp11,13 juta. Dengan harga resmi Rp10.749.000, unit di Indonesia lebih hemat sekitar Rp400 ribu hingga Rp900 ribu dibandingkan dua negara tersebut.
Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar dengan harga MacBook Neo paling kompetitif di Asia, hanya bersaing ketat dengan Thailand yang mematok harga di kisaran Rp10,75 juta. Fenomena ini diprediksi akan menekan angka pembelian unit lewat jalur impor tidak resmi (jasa titip) yang biasanya marak terjadi saat peluncuran produk baru Apple.
Apple mendistribusikan MacBook Neo melalui jaringan reseller resmi di Indonesia dalam dua opsi penyimpanan internal. Berikut adalah daftar harga resmi berdasarkan pantauan pre-order pada pertengahan Mei 2026:
Sejumlah reseller terpantau memberikan insentif tambahan selama masa peluncuran. Melalui skema promo tertentu, varian 256 GB bahkan bisa didapatkan dengan harga Rp9,9 juta, sementara varian 512 GB turun ke angka Rp12,2 jutaan. Strategi harga ini dipandang sebagai upaya Apple untuk mengamankan pangsa pasar laptop menengah yang selama ini didominasi oleh perangkat Windows.
Meski diposisikan sebagai perangkat entry-level, MacBook Neo tidak mengorbankan performa secara drastis. Apple menyematkan chip A18 Pro dengan arsitektur fanless yang diklaim mampu memberikan peningkatan kecepatan hingga 50% dibandingkan generasi sebelumnya. Chip ini juga dirancang khusus untuk menjalankan fitur Apple Intelligence secara on-device, memastikan privasi data pengguna tetap terjaga saat memproses tugas berbasis AI.
Dari sisi desain, laptop ini mempertahankan material unibody aluminium premium dengan bobot ringan 1,23 kg. Layar Liquid Retina 13 inci yang diusungnya memiliki tingkat kecerahan 500 nits, mendukung 1 miliar warna untuk kebutuhan kreator konten pemula. Untuk mendukung mobilitas, Apple menyertakan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 16 jam pemakaian normal dalam satu kali pengisian daya.
MacBook Neo hadir dengan sistem operasi macOS Tahoe yang sudah terintegrasi penuh dengan ekosistem perangkat Apple lainnya. Konsumen dapat memilih empat varian warna modern: blush (pink), indigo, silver, dan citrus (kuning). Kelengkapan port mencakup dua konektor USB-C, jack headphone 3,5 mm, serta dukungan konektivitas nirkabel Wi-Fi 6E dan Bluetooth terbaru.