IHSG Anjlok 2,06 Persen ke 6.584, Rupiah Tembus Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:44:07 WIB
IHSG anjlok 2,06 persen ke posisi 6.584 pada pembukaan perdagangan Senin.

JAKARTA — Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (18/5). IHSG dibuka merosot 2,06 persen atau setara 138,558 poin ke level 6.584,762. Sebelumnya, pada sesi preopening, indeks sudah menunjukkan sinyal negatif dengan terkoreksi 1,40 persen ke posisi 6.628,976.

Rupiah Ikut Tertekan di Pasar Valas

Tekanan juga terlihat di pasar uang domestik. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperdagangkan di level Rp 17.630. Posisi ini menandai pelemahan sebesar 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan rupiah dan IHSG terjadi beriringan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global dan domestik.

Bursa Asia Kompak Melemah, China Jadi Satu-satunya Penopang

Koreksi IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham utama Asia yang kompak bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 di Jepang menjadi yang terpuruk dengan koreksi 1,02 persen. Disusul Hang Seng Hong Kong yang ambles 1,06 persen, dan Straits Times Singapura yang terkoreksi 0,32 persen. Satu-satunya titik hijau datang dari Shanghai, di mana indeks SSE Composite berhasil naik tipis 0,06 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual melanda pasar regional sejak awal sesi. Sentimen risk-off mendominasi, mendorong investor untuk melepas aset berisiko seperti saham di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Apa yang Membayangi Pasar Hari Ini?

Koreksi tajam IHSG dan pelemahan rupiah di awal pekan ini biasanya dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari eksternal, penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga global kerap menjadi pemicu utama. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati data fundamental ekonomi serta kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Belum ada pernyataan resmi dari otoritas bursa atau regulator soal langkah stabilisasi hari ini. Namun, pola pergerakan di sesi preopening dan pembukaan kerap menjadi acuan bagi investor ritel untuk menentukan sikap selama sisa perdagangan.

FAQ: Apa Dampak Pelemahan IHSG dan Rupiah?

Apakah IHSG bisa berbalik arah ke zona hijau hari ini?
Potensi rebound intraday selalu ada, terutama jika ada aksi beli dari investor institusi atau masuknya kabar positif. Namun, tekanan awal yang besar membuat koreksi lebih dalam tetap menjadi skenario yang mungkin terjadi.

Berapa level kritis rupiah yang perlu diwaspadai?
Level Rp 17.650 hingga Rp 17.700 per dolar AS menjadi area psikologis yang krusial. Jika tembus, pelemahan lebih lanjut bisa terjadi. Sebaliknya, jika rupiah mampu bertahan di bawah level tersebut, ada harapan penguatan tipis pada sesi berikutnya.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top