BENGKULU UTARA — Dua pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bengkulu Utara berhasil menembus seleksi ketat Paskibraka tingkat Provinsi Bengkulu. Mereka adalah Prayogi Alvian Yudistira dari SMA Negeri 7 Bengkulu Utara dan Made Kirana Rosaria Ayu Kristy dari SMA Negeri 1 Bengkulu Utara.
Keduanya dinyatakan lolos setelah melalui serangkaian tes yang tidak ringan. Seleksi mencakup tes kesehatan, wawasan kebangsaan, baris-berbaris, psikotes, hingga penilaian kepribadian dan kedisiplinan.
Proses seleksi Paskibraka tahun ini disebut berlangsung ketat. Seluruh peserta yang ikut merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di Bengkulu. Mereka harus menunjukkan kemampuan fisik, mental, dan jiwa nasionalisme yang tinggi.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Sonti Bakara, menyambut baik capaian kedua pelajar tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Bengkulu Utara mampu bersaing di level provinsi.
"Saya sangat mengapresiasi kepada pemerintah kabupaten Bengkulu Utara dan juga pihak sekolah, ke depan lebih baik lagi," ujar Sonti Bakara dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Keberhasilan Prayogi dan Made disambut rasa syukur dan bangga oleh masyarakat serta pemerintah daerah setempat. Pasalnya, dengan lolos di tingkat provinsi, keduanya kini berpeluang tampil di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mendatang.
Mereka masih harus menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) tingkat nasional sebelum akhirnya ditetapkan sebagai anggota Paskibraka yang bertugas di ibu kota.
Pemkab Bengkulu Utara dan pihak sekolah diharapkan terus memberikan pembinaan agar prestasi serupa bisa diulang di tahun-tahun mendatang. Keberhasilan dua pelajar ini juga menjadi motivasi bagi siswa lain di daerah untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.