Startup Korea LetinAR Kembangkan Optik Kacamata AI, Target IPO 2027

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 18 Mei 2026 | 19:29:32 WIB
LetinAR mengembangkan modul optik PinTILT untuk kacamata AI dengan lensa tipis dan cahaya terang.

BENGKULU — Pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) terus menunjukkan pertumbuhan agresif. Lembaga riset Omdia mencatat pengiriman global perangkat ini mencapai 8,7 juta unit pada 2025, naik lebih dari 300 persen dari tahun sebelumnya. Proyeksi untuk 2026 menyebut angka tersebut akan menembus 15 juta unit.

Pendanaan 18,5 Juta Dolar AS untuk Modul Optik

Di tengah gempuran pemain besar seperti Meta, Google, dan Samsung, komponen pendukung kacamata AI justru menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. LetinAR, startup yang didirikan pada 2016 oleh CEO Jaehyeok Kim dan CTO Jeonghun Ha, baru saja mengamankan pendanaan Seri sebesar 18,5 juta dolar AS (sekitar Rp 305 miliar).

Pendanaan ini berasal dari Korea Development Bank dan Lotte Ventures, lengan ventura dari raksasa ritel Korea Selatan. Sebelumnya, LG Electronics juga tercatat sebagai investor awal perusahaan. Menariknya, LG Electronics kini dilaporkan mulai mengembangkan kacamata AI sendiri—sebuah sinyal bahwa raksasa elektronik itu serius memasuki kategori ini.

PinTILT: Solusi Lensa Tipis dengan Cahaya Terang

LetinAR tidak memproduksi kacamata jadi, melainkan komponen optik yang menjadi "jantung" perangkat tersebut. Teknologi andalan mereka bernama PinTILT, sebuah metode penataan elemen optik mikroskopis di dalam lensa agar cahaya diarahkan tepat ke mata pengguna.

CTO Jeonghun Ha menjelaskan bahwa pendekatan ini berbeda dari teknologi waveguide yang dominan di pasar. "Waveguide bekerja seperti TV: menyebarkan cahaya ke seluruh lensa untuk menghasilkan gambar lebar, tapi banyak cahaya yang terbuang. Akibatnya gambar redup dan baterai cepat habis," ujar Ha.

Alternatif lain, metode birdbath yang berbasis cermin, memang lebih efisien dalam mengarahkan cahaya ke mata, namun strukturnya terlalu tebal untuk dimasukkan ke dalam bingkai kacamata normal.

PinTILT menjembatani celah tersebut. Dengan hanya memfokuskan cahaya yang benar-benar bisa masuk ke mata dan merekayasa sudut setiap elemen di dalam lensa, LetinAR mengklaim mampu menghasilkan gambar lebih terang dalam kemasan lensa yang lebih tipis.

Target Pasar: Motoris hingga Profesional

Salah satu aplikasi paling gamblang dari teknologi ini adalah pada helm motor. Bayangkan Anda melaju di jalan tol dengan kecepatan 160 km/jam, lalu muncul panah melayang di aspal yang menunjukkan arah belokan—tanpa layar ponsel atau panel dashboard. Skenario ini disebut akan mulai diuji coba di jalanan Eropa pada tahun ini.

CEO Jaehyeok Kim menegaskan visi perusahaannya: "Kami melihat kacamata AI sebagai platform berikutnya. Modul optik adalah bagian tersulit untuk dibuat dengan benar. Produsen kacamata AI membutuhkan lensa yang lebih tipis, lebih ringan, dan lebih hemat daya dari yang ada saat ini."

Fakta Singkat LetinAR

  • Didirikan: 2016 oleh Jaehyeok Kim (CEO) dan Jeonghun Ha (CTO)
  • Investor: LG Electronics, Korea Development Bank, Lotte Ventures
  • Total pendanaan terbaru: 18,5 juta dolar AS (sekitar Rp 305 miliar)
  • Target IPO: 2027 di bursa Korea Selatan
  • Teknologi utama: PinTILT (modul optik untuk kacamata AI)

Dengan pertumbuhan pasar yang eksponensial dan kebutuhan akan komponen yang lebih efisien, LetinAR berada di posisi strategis sebagai pemasok teknologi optik bagi produsen kacamata AI. Pertanyaannya kini: siapa yang akan menjadi klien pertama mereka? Jawabannya mungkin akan menentukan peta persaingan kacamata pintar dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top