BENGKULU — Kegiatan sambang dan DDS itu berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di Jalan Sukajadi RT 07 dan Jalan Fatmawati RT 12, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban. Aiptu Endang Saputra tidak hanya berdialog dengan Ketua RT setempat, tetapi juga menemui Ketua LPM Kelurahan Penurunan.
Dalam pertemuan tatap muka itu, pesan utama yang disampaikan adalah ajakan kepada warga untuk aktif menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diminta segera melapor jika mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas atau tindak pidana.
Polisi mengingatkan bahwa warga tidak perlu ragu menghubungi kantor polisi terdekat. Selain itu, tersedia pula layanan call center kepolisian 110 dan nomor khusus Bhabinkamtibmas yang bisa dihubungi kapan pun jika membutuhkan bantuan.
Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu E. Sudrajat, menegaskan bahwa kegiatan DDS ini merupakan program rutin yang dirancang untuk menghadirkan polisi di tengah masyarakat. “Melalui komunikasi langsung, Bhabinkamtibmas dapat mendeteksi potensi gangguan kamtibmas lebih awal dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujarnya.
Kehadiran Aiptu Endang Saputra di Kelurahan Penurunan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan para tokoh lingkungan. Dialog dengan Ketua RT dan Ketua LPM dinilai strategis karena mereka adalah ujung tombak informasi di tingkat kelurahan.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui Iptu E. Sudrajat menambahkan, “Kami harap sinergi dengan warga dan tokoh masyarakat terus terjaga agar situasi kamtibmas tetap kondusif.”
Selama kegiatan berlangsung, situasi di dua lokasi sambang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada insiden atau laporan gangguan yang diterima saat polisi berkeliling.
Kelurahan Penurunan termasuk kawasan padat penduduk di Kecamatan Ratu Samban. Kehadiran Bhabinkamtibmas secara langsung diharapkan mampu meningkatkan rasa aman warga, sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sehari-hari.
Polresta Bengkulu berkomitmen melanjutkan pola sambang ini secara bergiliran ke kelurahan lain. Langkah itu bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui pendekatan humanis, bukan sekadar patroli kendaraan.