BENGKULU SELATAN — Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB. Sebagian warga mengaku merasakan getaran selama 10 hingga 15 detik, cukup lama untuk memicu kepanikan di permukiman padat.
BMKG melaporkan pusat gempa berada di titik koordinat 4.17 Lintang Selatan dan 102.17 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 45 kilometer barat daya Bengkulu Selatan. Dengan kedalaman hiposenter 17 kilometer, gempa ini termasuk kategori dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.
"Kedalaman 17 kilometer, tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu malam.
Hingga pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan belum menerima laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim reaksi cepat masih melakukan pemantauan di wilayah pesisir dan dataran rendah yang getarannya paling terasa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," lanjut peringatan dari BMKG.
Guncangan Sabtu malam ini mengingatkan warga pada peristiwa setahun lalu. Tepat pada 23 Mei 2025 pukul 02.52 WIB, gempa dengan magnitudo serupa—5,3—juga mengguncang wilayah yang sama. Saat itu, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, 43 kilometer barat daya Kota Bengkulu.
Dampaknya jauh lebih parah. Pemerintah daerah mencatat 155 bangunan rusak, dengan 42 rumah di antaranya mengalami rusak berat dan harus dirobohkan. Pemerintah pusat kemudian menggelontorkan dana bantuan perbaikan, sementara pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan penanganan cepat dan membangun ulang rumah korban yang hancur.
Warga di pesisir Bengkulu Selatan diimbau tetap waspada, terutama jika terjadi gempa susulan dengan kekuatan signifikan. Jalur evakuasi dan titik kumpul diharapkan kembali diingatkan oleh perangkat desa setempat.