BENGKULU — Sidak yang digelar Komisi IV DPRD Bengkulu ke dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti sebagai pemeriksaan rutin. Alih-alih, temuan di lokasi justru memunculkan respons dan tuntutan klarifikasi dari sejumlah anggota dewan.
Dalam sidak tersebut, Komisi IV DPRD Bengkulu menyoroti beberapa aspek operasional dapur umum. Mulai dari kebersihan, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah menjadi titik perhatian utama.
Anggota Komisi IV yang turun langsung menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu ditindaklanjuti. Mereka mendesak agar ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Bengkulu.
Hasil sidak tersebut langsung berbuntut panjang. Beberapa anggota DPRD mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan di dapur MBG. Ada juga yang meminta pihak penyedia jasa katering untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
“Kami menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Ini harus segera dibenahi agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi anak-anak sekolah,” ujar salah satu anggota Komisi IV DPRD Bengkulu dalam pernyataannya.
Buntut panjang dari sidak ini memicu diskusi di internal DPRD Bengkulu. Sejumlah legislator mendorong agar pengawasan terhadap program MBG diperketat, termasuk pembentukan tim monitoring khusus.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas yang menyasar anak-anak sekolah di Bengkulu. Dengan adanya temuan ini, publik menanti langkah konkret dari DPRD dan pihak terkait untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga.