BENGKULU — Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengonfirmasi pemutusan kontrak tersebut pada Selasa (26/5/2026), sehari setelah kompetisi resmi berakhir. Langkah ini diambil meskipun Macan Kemayoran menutup musim dengan posisi ketiga klasemen dan torehan 71 poin—angka tertinggi klub dalam satu dekade terakhir.
Prapanca menyebut karakter kuat yang dibangun Mauricio Souza di tim tidak cukup untuk memenuhi target awal kontrak. Alhasil, manajemen memutuskan tidak memperpanjang masa bakti pelatih berusia 46 tahun tersebut.
"Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan," ujar Prapanca dalam pernyataan resmi klub.
Keputusan ini tidak berhenti di posisi pelatih kepala. Seluruh staf bawaan Souza—asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis taktik Caio Araujo, hingga penerjemah Claudio Luzardi—turut didepak. Prapanca tetap memberikan apresiasi kepada keenam nama tersebut dan mendoakan kesuksesan di karier berikutnya.
Catatan Mauricio Souza bersama Persija sejatinya impresif. Anak asuhnya finis di peringkat ketiga dengan koleksi 71 poin—raihan tertinggi klub sejak kompetisi menggunakan format satu wilayah. Laga terakhir musim ini juga berakhir manis: Persija menghancurkan Semen Padang FC 3-0 di kandang sendiri pada Sabtu (23/5/2026).
Brace Gustavo Almeida dan satu gol Maxwell Souza memastikan tiga poin penuh di hadapan Jakmania. Namun, hasil itu tetap tidak menyelamatkan posisi juru taktik asal Brasil tersebut.
Pasca-departure Souza, Prapanca memastikan manajemen sudah bergerak cepat. Beberapa nama strategis disebut sudah masuk dalam radar dan komunikasi intensif tengah berlangsung.
"Kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027," tegasnya.
Persija dipastikan memasuki bursa pelatih dengan ambisi besar: mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung dalam beberapa musim terakhir. Siapa pun nakhoda baru nantinya, targetnya sudah jelas—trofi juara, bukan sekadar finis di papan atas.