Produksi Batu Bara Pulih, HRUM Target Laba Induk Melesat pada Kuartal II-2026

Penulis: Hendrizal Satria  •  Senin, 08 Juni 2026 | 19:06:01 WIB
Produksi batu bara HRUM kembali normal setelah perizinan diperoleh.

BENGKULU — Manajemen HRUM mengungkapkan bahwa kinerja keuangan pada kuartal I-2026 belum mencerminkan kondisi operasional yang sesungguhnya. Penyebabnya, produksi batu bara dari unit usaha perseroan sempat tersendat akibat penundaan perizinan.

"Saat ini perizinan sudah diperoleh dan produksi batu bara telah dimulai kembali serta berjalan normal," jelas manajemen dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026).

Akibat penundaan tersebut, volume penjualan batu bara HRUM pada kuartal I-2026 ambles hingga 94 persen. Tidak hanya itu, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) juga terkoreksi 10 persen.

Laba Konsolidasi Melonjak, Tapi Kontribusi Induk Masih Tipis

Secara konsolidasi, HRUM mencatatkan laba sebesar Rp150,6 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melesat 272 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya sebesar USD8,9 juta.

Manajemen menjelaskan, rendahnya kontribusi laba induk ini disebabkan oleh turunnya kontribusi segmen batu bara terhadap pendapatan perseroan. Pada kuartal I-2026, porsi pendapatan dari batu bara merosot drastis menjadi hanya 3 persen, dari sebelumnya 42 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Fokus Pemulihan dan Target ke Depan

Dengan izin yang sudah kantongi dan produksi yang kembali normal, HRUM optimistis dapat mendongkrak laba induk pada kuartal II-2026. Pemulihan volume penjualan batu bara menjadi kunci utama untuk mengembalikan kontribusi segmen ini terhadap pendapatan perusahaan.

Ke depan, perseroan akan fokus menggenjot produksi dan penjualan untuk mengejar ketertinggalan di kuartal pertama. Target peningkatan laba induk menjadi indikator utama bahwa operasional perusahaan telah kembali ke jalur yang semestinya.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top