BENGKULU SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan optimistis pembangunan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Desa Lubuk Langkap, Kecamatan Air Nipis, akan menggerakkan ekonomi warga dan menyerap tenaga kerja lokal. Proyek yang ditandai dengan doa bersama pada Senin (8/6/2026) itu diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Kehadiran investor yang merealisasikan pembangunan pabrik dinilai sebagai sinyal positif bahwa Bengkulu Selatan masih memiliki daya saing. Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Ir. Susmanto, M.M., menyebut investasi sektor industri manufaktur seperti ini menjadi kunci untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak investor. Semoga proses pembangunan pabrik ini berjalan lancar, selesai sesuai rencana, dan nantinya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujar Susmanto, Rabu (10/6/2026).
Susmanto menegaskan, dampak pabrik AMDK tidak hanya pada angka investasi daerah. Keberadaan pabrik diharapkan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Lubuk Langkap dan Kecamatan Air Nipis. Dengan begitu, warga memiliki kesempatan mendapat penghasilan lebih stabil untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Geliat industri juga diprediksi memicu tumbuhnya usaha penunjang di sekitar kawasan. Sektor yang berpotensi berkembang antara lain jasa transportasi pengangkutan bahan baku dan produk jadi, warung makan, toko kelontong, jasa logistik, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya.
“Mudah-mudahan kehadiran pabrik ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha. Jika itu terwujud, maka dampaknya akan sangat baik terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menyatakan komitmennya terus membuka pintu bagi investor. Namun, Susmanto menekankan investasi harus tetap selaras dengan kepentingan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, semakin banyak investasi yang masuk, maka semakin terbuka peluang kerja dan semakin cepat perputaran ekonomi daerah. Pemkab berharap pembangunan pabrik AMDK di Desa Lubuk Langkap dapat berlangsung tanpa kendala hingga tahap operasional.
Ke depan, pabrik ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penggerak ekonomi baru di Kecamatan Air Nipis. Pemerintah menargetkan industri pengolahan dapat menjadi penopang utama pembangunan Bengkulu Selatan, di samping sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang selama ini menjadi andalan.
Dengan beroperasinya pabrik AMDK tersebut, Pemkab optimistis Desa Lubuk Langkap dapat berkembang menjadi sentra industri kecil-menengah baru. Kontribusinya diharapkan nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penurunan angka pengangguran di Bengkulu Selatan.