BENGKULU — Polemik pengumuman hasil SPMB di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang tidak menampilkan perangkingan secara keseluruhan akhirnya menemukan titik terang. Inspektorat Provinsi Bengkulu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan dan nihil pelanggaran.
Plt. Inspektur Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menjelaskan bahwa persoalan yang muncul murni akibat miskomunikasi antara pihak sekolah dan wali murid. Perbedaan persepsi soal tampilan hasil pengumuman menjadi pemicu utama keresahan di masyarakat.
"Berdasarkan hasil klarifikasi yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya kesalahan dalam proses penerimaan murid baru. Yang terjadi adalah miskomunikasi terkait tampilan pengumuman sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat," ujar Denni dalam keterangannya.
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa saat pengumuman hasil SPMB pada 8 Juni 2026, proses pengunggahan data ke dalam sistem masih belum selesai sepenuhnya. Namun, seluruh satuan pendidikan diwajibkan mengunggah hasil seleksi paling lambat pukul 16.00 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kondisi itu memaksa pihak sekolah untuk segera mengumumkan hasil seleksi dengan menampilkan data masing-masing calon murid terlebih dahulu. Akibatnya, data perangkingan secara menyeluruh belum bisa ditampilkan pada saat yang bersamaan.
Denni menambahkan, hasil pembahasan dan klarifikasi tersebut akan disusun dalam bentuk laporan atau resume. Dokumen itu akan disampaikan langsung kepada Gubernur Bengkulu sebagai bahan evaluasi sekaligus informasi resmi Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Hasil pertemuan ini akan kami laporkan kepada Gubernur Bengkulu dalam bentuk resume. Ini menjadi bagian dari evaluasi agar pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan semakin baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," katanya.
Denni juga mengingatkan bahwa tahapan SPMB Tahun 2026 masih berlanjut melalui jalur domisili. Karena itu, calon murid diminta segera menyiapkan dan melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan sebelum pendaftaran dibuka.