Spanduk Wajah Yeyen Bertebaran di Kota Bengkulu, PTP Pastikan Eks Karyawan Tak Lagi Bertugas

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:14:31 WIB
Spanduk bergambar Yeyen tersebar di beberapa titik strategis Kota Bengkulu.

BENGKULU — Spanduk bergambar seorang perempuan bernama Nike Chahyandarie alias Yeyen tiba-tiba menghiasi sejumlah persimpangan dan jalan protokol di Kota Bengkulu. Foto yang terpampang di spanduk itu diduga sengaja dipasang oleh pihak yang mengaku sebagai korban investasi bodong dan arisan yang dikelola oleh Yeyen.

Wajah Yeyen kini menjadi perbincangan di kalangan warga Bengkulu. Spanduk tersebut memicu spekulasi di media sosial dan grup percakapan warga.

Klarifikasi Manajemen PTP Bengkulu

Branch Manager PT PTP Cabang Bengkulu, M. Choiron Yusuf, angkat bicara terkait maraknya spanduk tersebut. Ia menyatakan prihatin atas dampak yang ditimbulkan bagi semua pihak yang terkait dengan peristiwa ini.

"Atas informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat atas dugaan kasus penipuan investasi yang melibatkan NC, ada yang perlu kami sikapi," ujar Choiron dalam rilis resmi yang diterima wartawan, Senin (15/6/2026).

Choiron menegaskan bahwa Yeyen saat ini sudah tidak lagi tercatat sebagai tenaga alih daya atau outsourcing di PTP Cabang Bengkulu. Ia berasal dari perusahaan penyedia jasa pihak ketiga yang bekerja sama dengan PTP.

Tanggung Jawab Pribadi

Manajemen PTP dengan tegas membedakan antara tindakan pribadi dengan kegiatan operasional perusahaan. Choiron menyebut segala tindakan yang dilakukan Yeyen merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

"Tindakan yang dimaksud berada di luar kewenangan, kegiatan usaha, maupun operasional perusahaan," tegasnya.

PTP memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam melayani masyarakat.

Spanduk Diduga Dipasang Korban

Spanduk-spanduk itu terpasang di sejumlah titik strategis di Kota Bengkulu. Besar kemungkinan spanduk tersebut dipasang oleh pihak yang menjadi korban dugaan investasi bodong dan arisan Dana Pinjaman (Dapin) yang dikelola Yeyen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan dugaan penipuan tersebut. Yeyen sendiri belum memberikan tanggapan atas beredarnya spanduk dan klarifikasi dari mantan tempatnya bekerja.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top