BENGKULU — Bermain di hadapan ribuan pendukung di Gillette Stadium, Skotlandia langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit dibunyikan. The Tartan Army, julukan timnas Skotlandia, menekan pertahanan Haiti melalui aksi cepat Gannon-Doak di sisi sayap yang merepotkan lini belakang lawan.
Dominasi Skotlandia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Umpan silang dari sisi kanan disambut John McGinn yang melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti. Bola mengenai tubuh bek Haiti dan berubah arah, mengecoh kiper Placide yang sudah membaca pergerakan awal.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Haiti yang sebelumnya baru bisa menebar ancaman pertama lewat Jean Jacques pada menit ke-5. Sepakan pemain sayap Haiti itu masih melebar dari gawang Angus Gunn.
Tertinggal satu gol, Haiti tidak patah semangat. Mereka nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-34. Umpan silang mendatar dari sisi kiri hampir disontek masuk oleh Providence, namun bek Skotlandia Grant Hanley dengan sigap melakukan blok krusial di garis gawang.
Peluang itu menjadi ancaman paling berbahaya Haiti sepanjang babak pertama. Skotlandia pun mampu bertahan hingga wasit meniup peluit tanda jeda. Skor 1-0 untuk keunggulan Skotlandia bertahan hingga turun minum.
Kemenangan sementara ini menempatkan Skotlandia di puncak klasemen Grup C, mengamankan tiga poin penuh jika mampu mempertahankan keunggulan. Pelatih Steve Clarke kemungkinan akan meminta anak asuhnya untuk tetap agresif di babak kedua, mengingat Haiti masih menyisakan stamina dan ancaman dari serangan balik cepat.
Di sisi lain, Haiti perlu mencari cara untuk menembus pertahanan Skotlandia yang dikomandoi Hanley dan Hendry. Lini tengah mereka yang diisi Bellegarde dan Providence harus lebih kreatif untuk menciptakan peluang bagi Pierrot di lini depan.
Susunan Pemain:
Haiti: Placide; Experience, Delcroix, Ade, Arcus; Providence, Bellegarde, Jean Jacques; Deedson, Isidor, Pierrot.
Skotlandia: Gunn; Robertson, Hendry, Hanley, Hickey; McGinn, Ferguson, McTominay; Gannon-Doak, Adams, Shankland.