BENGKULU — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama lima mahasiswa dari Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis pagi. Kunjungan kerja ini akan berlangsung hingga 21 Juni 2026 dengan agenda menyambangi Ende, Gorontalo, dan Papua.
Gibran menyebut keterlibatan mahasiswa bukan sekadar seremoni. Pemerintah ingin mereka melihat langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lapangan.
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua,” ujar Gibran sebelum lepas landas.
Pola pengawasan partisipatif ini disebut sebagai tindak lanjut dari berbagai unjuk rasa dan masukan yang disampaikan mahasiswa secara damai dalam beberapa pekan terakhir. Gibran mengapresiasi kritik yang konstruktif, khususnya yang menyoroti potensi kebocoran anggaran di kedua program tersebut.
Di hadapan rombongan, Gibran menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga setiap rupiah anggaran program prioritas. “Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap transparansi pengelolaan dana MBG yang mencapai puluhan triliun rupiah. Dengan mengajak mahasiswa, pemerintah ingin menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola.
Pemilihan lima mahasiswa dari latar belakang kampus yang berbeda—termasuk satu dari institut seni—menunjukkan upaya pemerintah merangkul perspektif multidisiplin. Gibran berharap masukan dari generasi muda bisa menyempurnakan program yang menyasar jutaan penerima manfaat.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” ucap Gibran menambahkan.
Kunjungan ini menjadi model baru pelibatan publik dalam pengawasan kebijakan. Jika berhasil, pola serupa berpotensi diterapkan untuk program prioritas lain di masa mendatang.
Rombongan dijadwalkan meninjau dapur umum MBG di Ende, berdialog dengan pengurus koperasi di Gorontalo, serta mengecek distribusi logistik di Papua. Hasil pemantauan akan dirangkum sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat.