BENGKULU — Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kolombia menunjukkan superioritas sejak menit awal. Tim asuhan Nestor Lorenzo tampil dominan dan lebih efektif mengonversi peluang menjadi gol.
Kolombia langsung mengambil kendali tanpa membuang waktu. Dua gol mereka lesakkan di babak pertama, membuat Uzbekistan kesulitan mengembangkan permainan. Agresivitas lini serang menjadi pembeda utama di 45 menit pertama.
Uzbekistan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di babak kedua. Kolombia segera merespons dengan gol ketiga yang mematikan perlawanan lawan.
Dominasi Kolombia tidak hanya terlihat dari skor akhir. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang berbahaya. Uzbekistan hanya mampu memanfaatkan satu dari sedikit kesempatan yang didapat.
Uzbekistan yang tengah membangun kembali tim tampak kewalahan. Pengalaman dan kualitas individu pemain Kolombia menjadi pembeda. Lini tengah Kolombia yang solid menjadi sumber serangan sekaligus pemutus aliran bola lawan.
Kemenangan ini menjadi catatan positif bagi Kolombia. Konsistensi performa menjadi target utama mereka. Uzbekistan mendapat pekerjaan rumah besar: memperbaiki organisasi pertahanan sebelum turnamen mendatang.