KOTA BENGKULU — Program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu menunjukkan perluasan signifikan. Hingga awal Juni 2026, program ini telah menjangkau seluruh 10 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana menyebut realisasi anggaran MBG mencapai Rp247,36 miliar. Dana tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan gizi 348.071 warga.
“Realisasi program mencapai 348.071 penerima manfaat menjadi langkah nyata pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas SDM di Provinsi Bengkulu,” kata Irfan di Kota Bengkulu, Jumat.
Dari sisi operasional, sebanyak 139 Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh. Dapur-dapur gizi ini tidak hanya menyediakan makanan bagi anak sekolah, tetapi juga menyerap 5.704 tenaga kerja.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi Provinsi Bengkulu mencatat, sebanyak 804 pemasok (supplier) bahan baku makanan turut terlibat dalam rantai pasok program ini.
Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan dampak ekonomi dari program MBG. Setiap SPPG didorong untuk terintegrasi dengan sistem rantai pasok daerah melalui kemitraan langsung.
“Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap SPPG dapat terintegrasi dengan sistem rantai pasok daerah melalui dorongan kemitraan langsung antara dapur gizi dengan para petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, seiring perluasan program, pemerintah juga memperkuat aspek tata kelola, pengawasan, dan standar keamanan pangan. Hal ini dilakukan agar manfaat keuangan negara dapat dirasakan masyarakat secara optimal, aman, dan akuntabel.