Ekonom CELIOS Sebut Arus Kas PLN Tersendat Jadi Biang Pemadaman Listrik

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 15:57:31 WIB
Ekonom CELIOS menyoroti arus kas PLN yang tersendat sebagai penyebab pemadaman listrik.

BENGKULU — Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan teknis. Ekonom CELIOS, Nailul Huda, justru menyoroti kondisi fundamental keuangan PLN yang dinilai tengah mengalami tekanan arus kas.

Arus Kas Tersendat, Operasional Terganggu

Menurut Nailul, persoalan arus kas ini berdampak langsung pada kemampuan PLN dalam membeli bahan bakar, termasuk batu bara, untuk menjalankan pembangkit listrik. "Kalau arus kasnya tersendat, otomatis pasokan listrik bisa terganggu," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, beban keuangan PLN semakin berat karena harus menanggung selisih biaya pokok produksi (BPP) listrik dengan tarif yang ditetapkan pemerintah. Selisih ini, yang dikenal sebagai kompensasi, kerap kali tidak dibayarkan tepat waktu oleh pemerintah, sehingga memperparah tekanan likuiditas BUMN kelistrikan tersebut.

Pemerintah Ikut Andil dalam Krisis Pasokan

Lebih lanjut, Nailul menegaskan bahwa pemerintah turut memiliki andil dalam kasus pemadaman ini. Ia merujuk pada kebijakan penetapan tarif listrik yang tidak fleksibel dan pembayaran kompensasi yang kerap molor. "Pemerintah tidak bisa lepas tangan. Kebijakan tarif dan keterlambatan pembayaran kompensasi ikut memicu masalah ini," tegasnya.

Kondisi ini, menurutnya, menciptakan lingkaran setan: PLN kekurangan dana segar untuk memelihara infrastruktur dan membeli pasokan energi, yang pada akhirnya berujung pada pemadaman listrik yang merugikan masyarakat dan industri.

Dampak ke Masyarakat dan Industri

Pemadaman listrik yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga memukul sektor industri. Banyak pabrik yang terpaksa menghentikan produksi sementara waktu, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Nailul pun mendesak pemerintah untuk segera membenahi skema pembayaran kompensasi dan mengevaluasi kembali kebijakan tarif listrik agar PLN bisa bernapas lega dan menjalankan operasionalnya secara optimal.

Ke depan, transparansi atas kondisi keuangan PLN dan komitmen pemerintah dalam membayar kewajibannya menjadi kunci untuk mencegah terulangnya krisis pasokan listrik serupa. Tanpa perbaikan fundamental, pemadaman listrik bukan hanya risiko teknis, melainkan ancaman struktural bagi perekonomian nasional.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top