BENGKULU — Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan kerja sama dengan Bulog tidak hanya mencakup penyediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetapi juga distribusi Minyakita. "Kami terus melakukan kerja sama dengan Perum Bulog mencakup penyediaan beras SPHP tetapi juga distribusi MinyaKita kepada masyarakat melalui pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya," ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Kehadiran kios Bulog di area pasar diharapkan memotong rantai distribusi yang selama ini membuat harga di tingkat konsumen membengkak. Agus menambahkan, kios tersebut akan mempermudah warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Kehadiran kios diharapkan semakin mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat distribusi pangan pemerintah," kata Agus.
Pasar Jaya juga menggandeng ID FOOD untuk memastikan komoditas strategis lain seperti gula pasir dan minyak goreng tetap tersedia. Agus menekankan kolaborasi antar-BUMN dan BUMD pangan menjadi kunci menjaga kelancaran distribusi di tengah tingginya kebutuhan Jakarta.
"Koordinasi dan kerja sama antara Perumda Pasar Jaya, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), ID FOOD, serta kementerian terkait berjalan dengan sangat baik dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Jakarta," paparnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, Pasar Jaya mengaktifkan sistem pemantauan harga harian. Data dari Info Pangan Jakarta dan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) diperbarui setiap hari. Informasi ini menjadi acuan bagi pemerintah untuk segera melakukan intervensi pasar jika harga mulai merangkak naik.
Sinergi ini juga melibatkan Badan Pangan Nasional (BPN), Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan. Mereka bertugas memantau pasokan, mengendalikan harga komoditas strategis, hingga turun langsung melakukan operasi pasar jika diperlukan.
Langkah ini menjadi ujian bagi efektivitas distribusi pangan di Jakarta. Jika kios Bulog berjalan optimal, warga tak perlu lagi membeli beras atau minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET).