BENGKULU — Investor Relations & Corporate Communications CARS Yosef Hwang mengakui, pasar otomotif tanah air sedang tidak dalam kondisi ideal. Setelah sempat menembus angka 1 juta unit pada 2023, volume penjualan tahun-tahun berikutnya justru menunjukkan tren menurun. Kondisi ini mendorong Bintraco Dharma untuk mencari ceruk pasar yang masih tumbuh.
Mengapa Segmen Hybrid Jadi Incaran Baru
Alih-alih bertahan di pasar mobil konvensional yang lesu, CARS melihat adopsi teknologi hybrid mulai meningkat di kalangan konsumen Indonesia. Efisiensi bahan bakar dan insentif pajak dari pemerintah menjadi dua faktor utama yang mendorong permintaan.
"Kami melihat adanya pergeseran preferensi konsumen. Mereka mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa harus khawatir dengan infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni," ujar Yosef Hwang dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Peran Jaringan Nasmoco di Jawa Tengah dan DIY
Dengan jaringan Nasmoco yang tersebar di dua provinsi, CARS memiliki basis pelanggan yang loyal. Strategi mereka bukan hanya menjual unit, tetapi juga menyiapkan layanan purna jual yang mumpuni untuk kendaraan hybrid.
Perawatan mobil hybrid memang berbeda dengan mobil konvensional. Teknisi harus terlatih menangani sistem baterai dan motor listrik. CARS disebut telah mempersiapkan pelatihan khusus untuk mekanik di seluruh diler Nasmoco. Langkah ini krusial untuk menjaga kepercayaan konsumen yang masih ragu dengan teknologi baru.
Penurunan Pasar Jadi Momentum Restrukturisasi
Bagi Bintraco Dharma, perlambatan pasar justru menjadi momentum untuk merapikan portofolio. Tidak hanya mengandalkan penjualan unit baru, mereka juga menggenjot bisnis suku cadang dan layanan bengkel yang marginnya lebih stabil.
Yosef menambahkan, pihaknya akan terus memonitor pergerakan pasar dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan rendah emisi. Jika permintaan terus menguat, CARS tidak menutup kemungkinan untuk menambah alokasi unit hybrid dari Toyota ke jaringan Nasmoco.
Prospek Pasar Hybrid di Indonesia
Meski penjualan mobil nasional secara keseluruhan turun, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pangsa pasar hybrid justru naik tipis dalam dua kuartal terakhir. Produsen seperti Toyota, Honda, dan Suzuki semakin agresif meluncurkan varian hybrid di segmen MPV dan SUV.
Bintraco Dharma tampaknya tidak ingin ketinggalan. Dengan infrastruktur diler yang sudah mapan, mereka siap menjadi salah satu pemain utama distribusi mobil hybrid di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat konsumen di daerah tersebut beralih dari mesin bensin murni ke teknologi hybrid?