BENGKULU — Kegagalan terbaru Messi terjadi di laga melawan Mesir. Tendangan penalti pemain berusia 39 tahun itu berhasil dimentahkan kiper lawan, Mostafa Shobeir. Meski akhirnya membayar kesalahan dengan mencetak gol penyeimbang, catatan buruknya dari titik putih tak bisa diabaikan.
Sepanjang karier profesionalnya, Messi tercatat gagal mengeksekusi 34 dari total 150 hadiah penalti. Rasionya di putaran final Piala Dunia (di luar adu penalti) sangat mengkhawatirkan: dari delapan tembakan, hanya empat yang berbuah gol. Kegagalan pertama di Piala Dunia 2026 terjadi saat melawan Austria di fase grup.
Akibatnya, Messi resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia yang sama.
Perdebatan soal status Messi sebagai penendang penalti utama ramai diperbincangkan di Argentina. Mantan bek Newell's Old Boys, Matias Fondato, mengakui situasi ini sangat canggung. Status Messi yang sudah dianggap seperti dewa sepak bola di Argentina membuat keputusan untuk menggantikannya terasa mustahil.
"Hal itu menjadi topik obrolan utama saya dengan teman-teman dan semua orang hari ini. Ini situasi yang sangat aneh, karena bagaimana mungkin Anda tega menyuruh seorang Messi untuk berhenti mengambil penalti?" kata Fondato kepada TalkSport.
Namun, Fondato meyakini Messi bukanlah pemain egois. "Saya rasa dia adalah sosok yang sangat rendah hati. Saya pikir dia sendiri yang mungkin akan mempermudah segalanya bagi tim dan berkata, 'oke, penalti berikutnya biar diambil orang lain saja.' Dia bukan tipe pemain yang harus mencetak gol demi membuktikan kehebatannya kepada dunia," bebernya.
Pendapat berbeda datang dari mantan penyerang Aston Villa, Gabby Agbonlahor. Ia memprediksi tanggung jawab berat di titik putih akan tetap berada di pundak Messi saat Argentina bersua Swiss di babak perempat final nanti.
"Semua perdebatan tentang apakah Messi akan mengambil penalti berikutnya? Jawabannya adalah ya, dia akan tetap maju," ujar Agbonlahor di talkSPORT. "Dia akan berkata pada dirinya sendiri, 'Ayo bangkit, saya tahu cara mencetak gol dari penalti. Saya bahkan bisa menempatkan bola di sudut jaring mana pun dari jarak 30 atau 40 pekarangan'."
Agbonlahor menambahkan, "Dia pasti akan mengambil penalti berikutnya. Dia bukan tipe pria yang akan melemparkan tanggung jawab besar itu kepada pemain lain. Dia akan bersikap, 'Oke, saya memang gagal empat kali dari delapan penalti di Piala Dunia, tapi yang satu ini adalah giliran saya'."
Terlepas dari rapor merahnya di titik putih, Messi tetap menjadi juru selamat yang meloloskan Albiceleste ke babak delapan besar. Gol penyeimbangnya ke gawang Mesir memperpanjang rekor golnya di Piala Dunia menjadi 21 gol. Ia juga selalu sukses mencetak gol dalam sembilan penampilan beruntun di turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut.