BENGKULU — Kapal very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride resmi meninggalkan Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai, dan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (8/7) pukul 00.15 WIB. Manajemen PIS memastikan seluruh kru dalam kondisi aman dan kapal beroperasi normal.
"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan," ujar Vega Pita, Pjs Corporate Secretary PIS, Rabu (8/7).
Proses pelintasan Selat Hormuz tidak dilakukan sembarangan. PIS menjalankan penilaian risiko ketat dengan puluhan persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru. Pemilihan waktu dan rute perjalanan telah dibahas bersama berbagai pihak.
Selama melintasi area kritikal, kapal dimonitor 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS. Langkah ini memastikan setiap dinamika keamanan di jalur pelayaran internasional dapat direspons cepat.
Vega menambahkan, "Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini."
Setelah berhasil keluar dari Selat Hormuz, Pertamina Pride langsung melanjutkan pelayaran menuju Cilacap, Jawa Tengah. Kapal diperkirakan menempuh perjalanan selama 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli mendatang. Muatan 2 juta barel minyak mentah akan diolah di Kilang Cilacap untuk menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.
Keberhasilan ini memastikan rantai distribusi energi Indonesia tidak terganggu meskipun terjadi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. PIS terus melakukan pemantauan intensif terhadap keamanan jalur pelayaran internasional dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," tutup Vega.