JAKARTA — Bagi Mongol Stres, sosok Temon Templar adalah guru yang tak pernah merasa lebih unggul. Meski nama Temon sudah lebih dulu melambung, ia justru kerap mengajak Mongol berbagi pengalaman, terutama soal teknik penguasaan panggung dan bermain sinetron.
“Beliau sosok abang, mentor, sahabat yang bener-bener tidak merasa dia lebih unggul dari Mongol khususnya, tetapi menjadi sosok yang sering memberi pembelajaran untuk Mongol sebagai seorang seniman baru,” ujar Mongol.
Ia menirukan gaya Temon yang selalu santai saat menawarkan diri berbagi ilmu. “Beliau sosok yang selalu kayak gini, 'Ngol, kita bagi-bagi ilmu yuk. Gue mungkin pelawak, Ngol, tapi gue bukan stand-up comedian. Ini bagaimana penguasaan panggungnya, Ngol, gini-gini',” kenangnya.
Hubungan keduanya tak hanya soal panggung. Semasa tinggal di Jakarta, Mongol dan Temon tinggal di lingkungan yang berdekatan. Mereka kerap bertukar kabar soal masalah banjir yang melanda permukiman masing-masing.
Kenangan lain yang membekas adalah saat Mongol mendapatkan proyek sinetron pertamanya. “Di saat gue dapat sinetron pertama, kan Beliau yang ucapin selamat, 'pecah telor ya, Ngol',” tambah Mongol.
Meski kemudian Mongol pindah ke luar kota dan jarang bertemu, komunikasi via WhatsApp tetap terjalin. Karena itu, Mongol mengaku tidak langsung percaya saat mendengar kabar duka.
“Karena kan Mongol sudah di luar kota, sudah keluar dari DKI. Jadi pas Googling, enggak ada beritanya,” kata Mongol. Ia baru yakin setelah melihat unggahan dari Cing Abdel dan Cak Lontong. “Mongol langsung 'oh berarti bener'. Terus enggak lama di Google sudah mulai ada. Akhirnya Mongol bisa berangkat jam 07.00 pagi tadi, terus langsung ke sini,” jelasnya.
Temon Templar atau Simson Rarameha Ngadang meninggalkan jejak panjang di industri hiburan Tanah Air. Selain sitkom legendaris "Abdel Temon: Bukan Superstar", ia juga membintangi sinetron "Preman Sholeh" dan "Menolak Talak". Di layar lebar, namanya tercatat dalam film "Epen Cupen The Movie", "COMIC 8: Casino Kings", serta "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1".