BENGKULU — Kepala Satpol-PP Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang menyatakan bahwa program ini dirancang agar aparatnya tidak lagi berjarak dengan warga. Personel yang diturunkan akan berfungsi sebagai mitra strategis dan konsultan ketertiban, bukan sekadar petugas penindak yang kaku.
"Kami akan menempatkan satu personel Satpol PP di setiap kelurahan melalui program Prabawa. Tujuannya agar fungsi pembinaan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman," kata Sahat di Bengkulu, Kamis.
Dengan adanya personel di tingkat kelurahan, waktu penanganan berbagai konflik maupun persoalan ketertiban umum di lingkungan RT diharapkan bisa lebih cepat. Selama ini, laporan warga kerap harus melalui beberapa lapis birokrasi sebelum ditindaklanjuti.
Program Prabawa memungkinkan petugas langsung turun ke lapangan begitu ada potensi gangguan. Deteksi dini terhadap kerawanan keamanan di permukiman pun bisa dilakukan secara lebih intensif.
Sahat menekankan bahwa keberadaan personel Satpol PP di kelurahan tidak akan mengedepankan pendekatan represif. Mereka justru diproyeksikan menjadi jembatan antara pemerintah kota dan elemen masyarakat.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan fungsi pembinaan masyarakat di setiap kelurahan. Personel akan berperan dalam menjaga ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan warga sehingga potensi gangguan ketertiban dapat dicegah sejak dini," terang Sahat.
Pemkot Bengkulu berharap program ini bisa memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat. Dengan personel yang menyatu di lingkungan warga, setiap persoalan ketertiban diharapkan bisa direspons secara cepat, tepat, dan humanis.
Ke depan, personel Satpol PP di setiap kelurahan juga akan mengawal implementasi peraturan daerah secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah kota menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di seluruh wilayah administrasi Kota Bengkulu.