BENGKULU — Prestasi di kancah internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa asal Bengkulu. Anshor El Sunnah Nur Salim Harun, mahasiswa aktif UIN FAS Bengkulu, berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang International Youth Exchange Singapore–Malaysia (IYESM) 2026 yang digelar pada 5 hingga 10 Juli 2026.
Dua penghargaan yang diraihnya adalah Honorable Mention dan Best Idea SDGs Project. Anshor menjadi satu-satunya mahasiswa aktif dari UIN FAS Bengkulu yang lolos seleksi ketat dan berangkat sebagai delegasi ke Singapura serta Malaysia.
Hanya 10 Orang Lolos dari Hampir 100 Peserta
Proses seleksi yang diikuti Anshor terbilang ketat. Ia mengungkapkan, hampir 100 peserta mendaftar dan melalui tiga gelombang seleksi. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 10 orang yang dinyatakan lolos.
"Seleksinya melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi, tes psikologi hingga penilaian lainnya. Alhamdulillah saya menjadi satu-satunya mahasiswa aktif UIN FAS Bengkulu yang lolos," ujar Anshor saat diwawancarai melalui sambungan video, Kamis (16/7/2026).
Jumlah delegasi yang akhirnya diberangkatkan ke Singapura dan Malaysia mencapai sekitar 13 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Penghargaan Honorable Mention: Penampilan dan Kemampuan Presentasi Jadi Kunci
Penghargaan Honorable Mention diberikan dewan juri berdasarkan penampilan Anshor selama mengikuti konferensi internasional. Aspek penilaian meliputi kemampuan menyampaikan ide, mempresentasikan materi, menjawab pertanyaan, serta keaktifan berdiskusi.
Meski mengaku kemampuan bahasa Inggrisnya masih terus diasah, Anshor berusaha tampil percaya diri saat presentasi di hadapan peserta dan juri dari berbagai negara. "Bahasa Inggris saya sebenarnya masih tahap belajar. Namun saya berusaha memberikan penampilan terbaik saat presentasi. Alhamdulillah itu menjadi salah satu nilai tambah dari penilaian juri," katanya.
Best Idea SDGs Project: Gagasan 'Inclusive Agri Green Hub' untuk Atasi Stunting
Sementara itu, penghargaan Best Idea SDGs Project diraih Anshor bersama tim melalui proyek bertajuk Inclusive Agri Green Hub. Gagasan ini berfokus pada solusi penanganan stunting melalui pengembangan sistem pertanian mikro berbasis teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Inovasi ini dinilai relevan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan menawarkan pendekatan konkret untuk mengatasi masalah gizi buruk yang masih menjadi tantangan di kawasan Asia Tenggara.