BENGKULU — Proyek pembangunan tiga jembatan di Kota Bengkulu resmi dimulai setelah seremoni groundbreaking dilakukan Wali Kota Dedy Wahyudi. Anggaran sebesar Rp5,2 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bengkulu akan difokuskan pada tiga lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir dan menghambat mobilitas warga.
Alokasi Anggaran di Tiga Titik: Betungan hingga Pematang Gubernur
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, merinci pembagian anggaran untuk masing-masing jembatan. Jembatan di kawasan Betungan mendapat alokasi sekitar Rp1,4 miliar, sementara di Pancur Mas sebesar Rp1,8 miliar. Adapun jembatan di Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, menjadi yang termahal dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.
“Totalnya kurang lebih Rp5,2 miliar untuk ketiga proyek,” kata Noprisman dalam keterangannya, Senin lalu.
Dari Laporan Warga hingga Eksekusi Proyek
Proyek ini tidak muncul tiba-tiba. Menurut Noprisman, pembangunan merupakan tindak lanjut dari identifikasi titik-titik rawan banjir yang sudah dilakukan sejak 2023. Kala itu, eksekusi proyek tertunda karena keterbatasan anggaran. Baru pada tahun ini, usulan yang berasal dari laporan masyarakat yang dihimpun Bhabinkamtibmas, Polresta Bengkulu, lurah, dan camat setempat bisa direalisasikan.
Noprisman memastikan seluruh proses pengadaan sudah melalui tahapan sesuai aturan, mulai dari survei lapangan, penetapan harga satuan pekerjaan, hingga penandatanganan kontrak dengan rekanan pelaksana. “Seluruh pekerjaan sudah berkontrak; kami memantau agar realisasi anggaran transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Biaya Tak Terduga
Selama masa pengerjaan yang ditargetkan rampung tiga bulan, pemerintah kota menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan dampak terhadap mobilitas warga. Rencana pengalihan arus dan akses alternatif akan disosialisasikan lewat kecamatan, kelurahan, media, dan koordinasi dengan Polsek Muara Bangkahulu.
Noprisman mengingatkan adanya biaya tidak langsung yang harus diperhitungkan dalam proyek ini, seperti pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu, serta perawatan beton pasca-pengecoran yang memerlukan waktu pemadatan. Biaya untuk rekayasa lalu lintas dan komunikasi publik akan ditangani dari pos anggaran proyek atau dukungan dinas terkait.
Komitmen Pemkot: Infrastruktur untuk Keselamatan Warga
Wali Kota Dedy Wahyudi yang hadir pada groundbreaking menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan anggaran demi keselamatan warga. Ia menyebut pembangunan ini sebagai bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di daerah yang selama ini terdampak banjir. “Dana ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir,” katanya.