BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu memulai pembangunan tiga jembatan baru yang tersebar di tiga kelurahan dengan total anggaran Rp 5,2 miliar. Proyek ini merupakan tindak lanjut laporan warga mengenai titik rawan banjir yang disampaikan melalui Polresta Bengkulu dan Babinkamtibmas. Target penyelesaian tiga bulan, agar masyarakat dapat memanfaatkannya pada November mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan bahwa prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) telah dilakukan sebagai tanda dimulainya pengerjaan. Ketiga jembatan tersebut dibangun di lokasi dan anggaran yang berbeda:
Noprisman menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan camat dan lurah setempat untuk memetakan titik-titik rawan banjir yang selama ini dikeluhkan warga. "Laporan dari Babinkamtibmas menjadi salah satu dasar kami mengalokasikan anggaran," ujarnya.
Pembangunan jembatan baru ini diharapkan memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan mobilitas warga di kawasan yang kerap tergenang saat hujan deras.
Kapolresta Bengkulu Kombespol Rahmad Hidayat turut hadir dalam acara peletakan batu pertama. Ia menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan pelayanan publik berjalan lancar.
"Kami dari jajaran Polres bersama Pemerintah Kota Bengkulu ingin memastikan bahwa masyarakat terlayani dengan baik. Infrastruktur yang memadai, terutama jembatan, sangat penting untuk mendukung mobilitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," kata Rahmad Hidayat.
Pihaknya juga terus memberikan pembaruan situasi di lapangan berdasarkan laporan warga guna mendukung langkah strategis pemerintah daerah.
Proses pengerjaan ketiga jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Dengan demikian, masyarakat diperkirakan sudah dapat memanfaatkan jembatan baru tersebut pada bulan November mendatang, sebelum puncak musim hujan tiba.