BENGKULU — Seorang ibu bernama Jenny tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Anaknya, yang merupakan siswa yatim dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kini mendapat kepastian untuk melanjutkan pendidikan setelah Pemprov Bengkulu turun tangan langsung.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa perlengkapan sekolah—seperti seragam dan alat tulis—tetapi juga jaminan pendampingan lewat Program Anak Asuh Pemprov Bengkulu. Program ini melibatkan gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai orang tua asuh.
Sekda Herwan Antoni menjelaskan bahwa setiap laporan terkait siswa yang membutuhkan bantuan segera ditindaklanjuti. "Kami mendapat laporan ada warga yang membutuhkan bantuan untuk peralatan sekolah. Karena ini merupakan program Bapak Gubernur kepada masyarakat Provinsi Bengkulu, ketika mendapat laporan yang berkaitan dengan pendidikan, kami langsung turun menemui warga," ujarnya.
Selain dari APBD, bantuan juga bersumber dari Baznas. "Ini ada bantuan dari Baznas juga untuk dapat digunakan membeli seragam sekolah dan kebutuhan lainnya," kata Herwan.
Program anak asuh ini menyasar siswa SMA dan SMK dari keluarga kurang mampu. Tujuannya, mereka bisa menyelesaikan pendidikan hingga lulus tanpa terkendala biaya. Herwan menekankan pentingnya pendidikan karakter di samping prestasi akademik. Ia memotivasi siswa penerima bantuan agar tetap rajin belajar, mempertahankan prestasi sejak SMP, disiplin, dan memperkuat ibadah.
Jenny, orang tua penerima manfaat, berharap program ini terus berlanjut. "Semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh dukungan biaya sekolah dan dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus putus sekolah," ucapnya.
Tidak sekadar memberi bantuan satu kali, program anak asuh Pemprov Bengkulu bersifat berkelanjutan. Keterlibatan langsung pejabat daerah sebagai orang tua asuh menjadi jaminan bahwa anak-anak ini mendapat perhatian dan pendampingan secara konsisten hingga lulus.