Pemkot Bengkulu Keluhkan Warga Telepon 112 untuk Urus Drainase, Layanan Darurat Justru Tersumbat Laporan Tak Prioritas

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:52:01 WIB
Warga Kota Bengkulu dilaporkan kerap menghubungi nomor darurat 112 untuk mengadukan masalah drainase, bukan untuk situasi genting.

BENGKULU — Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Kota Bengkulu Nurlia Dewi mengungkapkan bahwa layanan panggilan darurat 112 kerap menerima laporan yang tidak sesuai peruntukan. Ia mencontohkan, banyak warga justru menelepon untuk mengadukan soal saluran drainase yang tersumbat atau rusak.

"Namun disayangkan banyak masyarakat yang menghubungi 112 untuk perbaikan drainase dan sebagainya," ujar Nurlia di Bengkulu, Kamis.

Laporan Non-Darurat Hambat Penanganan Krisis

Nurlia menegaskan bahwa penyalahgunaan layanan ini berpotensi menghambat respons terhadap situasi yang benar-benar mengancam jiwa. Setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai standar operasional yang ketat dan diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif, untuk menghubungi nomor 112 dalam keadaan darurat, dan nantinya akan terkoneksi dengan OPD terkait," kata Nurlia.

Gratis dan Siaga 24 Jam untuk Situasi Genting

Layanan call center 112 dirancang oleh pemerintah sebagai kanal utama bagi warga Kota Bengkulu yang membutuhkan pertolongan cepat saat terjadi kebakaran, banjir, atau kondisi darurat lainnya. Panggilan ke nomor ini tidak dipungut biaya alias gratis, dan petugas siaga selama 24 jam penuh.

Setelah laporan diterima, tim operator akan segera berkoordinasi dengan instansi serta perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti situasi di lapangan. Sebelumnya, Pemkot Bengkulu juga membuka layanan serupa melalui nomor 122 dengan jam operasional yang sama.

Partisipasi Warga Kunci Optimalisasi Layanan

Nurlia menekankan bahwa kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan agar layanan darurat ini dapat berfungsi secara optimal. Ia berharap ke depannya warga lebih memahami fungsi utama 112 sebagai jalur komunikasi untuk situasi kritis, bukan untuk pengaduan teknis harian.

"Kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting agar layanan tersebut dapat terus memberikan bantuan yang optimal bagi mereka yang membutuhkan," pungkas Nurlia.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top